VW Kodok

Volkswagen Beetle atau di Indonesia dikenal dengan nama VW Kodok telah diakhiri memproses versi terbarunya. Satu-satunya pabrik yang masih memproses Beetle, yaitu di Puebla, Meksiko, selesaikan memproses Beetle seri terakhir terhadap Rabu (10/7/2019) kemarin.

VW Beetle merupakan mobil yang amat legendaris. Mengutip laman VW Heritage Mobil ikonik yang bentuknya membulat itu pertama kali digagas terhadap 1931 kala Ferdinan Porsche dan Zundapp mengembangkan Porsche Type 12 atau ‘Auto fur Jedermann’, yang bermakna ‘Mobil untuk Semua Kalangan’.

Terkenal di dunia, pasti mobil yang lahir terhadap th. 1938 ini termasuk menarik hati pasar di Indonesia. Mulai th. 90-an sampai kini, walaupun produksinya telah berhenti, mobil VW Beetle atau yang sering termasuk disebut dengan VW Kodok ini masih sebagian kali eksis di jalanan Indonesia sebagai mobil antik nan klasik. Bentuknya yang bulat seperti seekor kodok raksasa membuatnya tidak serupa dari mobil biasanya yang selagi itu bersifat boxy yang dikeluarkan oleh pabrikan Jepang.

Mobil ini didesain sebagai mobil yang terjangkau, praktis, dan sanggup diandalkan. Mobil yang punya lekukan khas dan membulat ini terhadap th. 1960an merupakan lambang dari etos ‘small is beautiful’ dan merupakan counter culture terhadap masanya.

Setelah kira-kira 80 th. diproduksi, akhirnya mobil ini dipensiunkan oleh Volkswagen. Namun, dikarenakan keberadaannya saat ini yang telah amat jarang, VW Kodok ini kini dijadikan mobil bagi para pengoleksi mobil-mobil antik.

Revolusi VW Kodok dari Masa ke Masa

80 th. merupakan selagi yang panjang bagi mobil VW beetle ini mengalami beraneka revolusi, selanjutnya peristiwa dari jaman ke jaman sampai akhirnya memproses mobil ini dihentikan, sebagai berikut:

1938
VW Beetle bermula inspirasi dari Adolf Hitler yang menghendaki mengakibatkan mobil murah dan simpel untuk para pekerja. Ferdinand Porsche diutus olehnya untuk mendesain mobil ini yang akan dijadikan sebagai ‘mobil rakyat’. Selanjutnya diproduksi masal bekas dikarenakan Perang Dunia II dan sebagian mobil tetap dibikin untuk perwira militer

1946
Sejarah pun berlanjut, mengikuti akhir peperangan, pabrik VW akhirnya dikuasai oleh Inggris. Pada akhir 1946, lebih dari 1 juta mobil telah terjual.

1959
VW Beetle atau VW Kodok ini dulu menjadi ikon dari ‘kecil itu cantik’. Hal ini bermula dari inspirasi sebuah iklan mobil hasil karta William Bernardo sebagai agensi periklanan di New York Amerika Serikat

1971
Pada th. 1971, VW mengenalkan style premium terbaru yang lebih dikenal dengan sebutan Super Beetle. Mobil ini punya suspensi depan baru dan ruang lebih besar. Satu th. setelahnya Beetle No. 15,007,034 mencetak angka Ford Model T sebagai mobil terlaris sedunia.

1988
Tahun ini adalah awal dari dimulainya Beetle baru setelah 60 th. tidak berganti style secara drastis, yaitu punya mesin 2.000 cc dengan empat silinder dan tenaga 115 dk.

2018
VW Beetle mengakibatkan nama Volkswagen tenar dan menjadi tidak benar satu pabrikan mobil terbesar di dunia. Pada th. ini Volkswagen termasuk menginformasikan berakhirnya Beetle dikarenakan penjualan menurun sejak 2013. Namun sebagai gantinya VW akan merilis dua style terakhirnya terhadap Edisi Final SE dan Finale Edition SEL.

Fakta-fakta Menarik Mobil VW Kodok

Menjadi tidak benar satu mobil antik, seri ni sebenarnya punya kekuatan tariknya tersendiri. Berikut sebagian fakta menarik tentang mobil unik satu ini, sebagai berikut:

Lahir Atas Titah Adolf Hitler
Pada th. 1938, Adolf Hitler telah mengusahakan untuk menciptakan mobil yang terjangkau bagi para pekerja dan memerintahkan secara khusus seorang engineer bernama Ferdinand Porsche untuk mendesain mobil yang simpel dan hemat untuk rakyat.

Pada bulan Mei, Adolf Hitler menempatkan batu pertama untuk pembuatan pabrikan mobil Volkswagen di Wolfsburg Jerman. Ketika perang dunia II memproses mobil ini dihentikan, namun sebagian mobil tetap diproduksi bagi para tentara perwira Jerman.

Pemasaran yang Brilian
Kemudian terhadap th. 1949, mobil ini telah dijual di Amerika Serikat. Namun, dikarenakan ada kekhawatiran tentang hal apa pun yang berasal dari Jerman, agar di th. itu hanya tersedia dua buah mobil VW Beetle yang terjual.

Butuh 10 th. agar mobil ini sanggup dikenal dan jadi laku di pasaran. Satu dekade kemudian, tepatnya terhadap th. 1959 perusahaan mobil ini pun melancarkan kampanye yang unik untuk mendongkrak penjualan mobilnya.

Popularitas mobil mungil ini tidak lepas dari kiat marketing yang unik yang dilakukan oleh perusahaan advertising berbasis di New York bernama Doyle Dane Bernbach. Sang copywriter perusahaan itu mengenalkan frase “Think small” untuk menjajakan mobilnya.Pada th. 1999, Advertising Age menobatkan iklan VW Beetle ini sebagai tidak benar satu iklan paling baik sepanjang satu abad. Brand ini sejajar dengan nama yang lebih dulu tenar didalam dunia periklanan seperti Coca Cola, Marlboro, Nike, dan McDonalds.

Nama Unik di Setiap Negara
Karena bentuknya yang ikonik, mobil ini punya penamaan khas yang unik di tiap-tiap negara. Salah satunya, di Perancis, VW Beetle lebih dikenal dengan sebutan Cocinelle yang bermakna serangga betina.

Kemudian di Italia, mobil ini dipanggil dengan nama Fusca yang bermakna kumbang. Kemudian di Meksiko mobil ini dikenal dengan nama Peta yang bermakna kura-kura. Selain itu di Indonesia, mobil ini dikenal dengan Volkswagen kodok.

Simbol Pop Culture
Dikarenakan punya wujud yang memadai unik dan berbeda, mobil ini digunakan untuk banyak variasi pemasaran musik atau film yang sedang populer. Salah satunya adalah cover album The Beatles yang sampai kini mobil selanjutnya dipajang di museum Volkswagen di Jerman.

Mobil ini termasuk menarik industri film Hoolywood. Film Herbie dan The Bug yang diproduksi Disney terhadap th. 1960an misalnya. Mobil ini semakin tenar di dunia, termasuk di Indonesia setelah dibikin remake-nya terhadap th. 2005 yang dibintangi oleh Lindsay Lohan. Dalam lelang, mobil yang tersedia di film ini dilelang dan terjual dengan harga $126.500. Kemudian terhadap kartun The Real Ghostbusters mobil ini pun dipakai oleh tidak benar satu pembawaan serial kartun tersebut.

Mobil ini pun dipakai untuk menggambarkan seorang anak muda yang keren, jikalau didalam video klip musik Mandy Moore yang berjudul Candy yang dirilis terhadap th. 1999. Singkatnya dari th. 1960-2000an mobil ini identik dengan identitas anak muda yang menghendaki tidak serupa dari yang lainnya.

Produksi terakhir di th. 2019

Kini penjualan VW Kodok semakin surut. Untuk pasar Amerika Serikat saja, terhadap th. 2018 mobil ini hanya terjual kira-kira 1500 unit. Hal ini tak lepas dari konsumen yang lebih menghendaki mobil style SUV.

Akhirnya setelah 80 th. memproduksi, VM menginformasikan akan menghentikan dan memensiunkan mobil unik ini sesuai pertimbangan di atas. Tepatnya terhadap 10 Juli 2019, VW Beetle resmi tak ulang diproduksi. Lokasi pabrik yang berada di Meksiko kini akan digunakan untuk memproses mobil VW style SUV sebagai produsen didalam mencukupi pasar di Amerika Utara.