Teks Eksposisi Tentang Pendidikan

Teks Eksposisi Tentang Pendidikan – Teks eksposisi mampu dipahami sebagai sebuah teks yang memuat Info dan pengetahuan yang disusun secacara ringkas dan padat. Sehingga mampu disimpulkan bahwa, teks eksposisi dibikin supaya pembaca mampu paham Info mengenai suatu topik secara ringkas.

Dan terhadap artikel ini, kita dapat memgulas secara teliti mengenai teks eksposisi pendidikan lengkap bersama dengan contoh teks eksposisi mengenai pendidikan tersebut.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan Beserta Strukturnya

Teks eksposisi mengenai pendidikan merupakan sebuah teks yang membahas Info dan pengetahuan mengenai pendidikan. Karena merupakan teks eksposisi, maka Info ini dikemas jadi suatu hal yang ringkas dan padat. Ada tiga anggota di dalam susunan teks eksposisi yakni tesisi, argumentasi dan penegasan ulang. Lebih jelasnya, tersebut ini contoh teks eksposisi mengenai pendidikan beserta strukturnya:

Tesisi:

Pendidikan merupakan tameng paling ampuh untuk memelihara diri. Karena pendidikan merupakan fasilitas dimana kita mampu mempelajari dan juga beroleh banyak pengetahuan yang benar-benar bermanfaat.

Argumentasi:

Di indonesia tingkat pendidikan sudah tergolong baik. Hal tersebut disebabkan sebab pemerintah sudah banyak beri tambahan fasilitas terhadap rakyat Indonesia. Misalnya membantu di dalam perihal dana, membangunkan gedung sekolah, lebih-lebih sediakan sekolah gratis.

Dan kini, kasus tersebut terdapat terhadap peserta didik itu sendiri. Apakah peserta didik miliki dorongan belajar dan permohonan berprestasi yang tinggi? Tentunya seluruh itu mesti dibentuk supaya peserta didik anntinya mampu beri tambahan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Sebagai wujud penghargaan sebab pendidikan di masa kini sudah begitu dimudahkan oleh pemerintah.

Penegasan Ulang:

Ketika fasilitas belajar dan peran aktif peserta didik sudah bersatu, maka mampu dipastikan derajat Indonesia mampu beroleh pengakuan lebih dari dunia.

Dan tidak menutup bisa saja investor asing dapat makin banyak yang mampir supaya nantinya perekonomian di dalam negeri mampu lebih meningkat.

Kualitas guru yang membawa kompetensi tinggi terhitung dapat benar-benar membantu mutu pendidikan di indonesia meningkat.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan Remaja

Pada awal artikel, sudah dijelaskan bahwa ada berbagai teks eksposisi yang mampu anda buat. Untuk pembahasan selanjutnya, yakni teks eksposisi mengenai pendidikan remaja. Berikut contoh teks eksposisi tersebut:

“Kenakalan Remaja”

Salah satu masalah nasional yang sampai sekarang belum sepenuhnya beroleh solusi yakni kenakalan remaja. Kenakalan remaja sendiri merupakan tabiat menyimpang remaja yang terhitung masuk di dalam masalah yang melibatkan hukum. Sedangkan para pakar pendidikan menyatakan bahwa kenakalan remaja dikerjakan oleh seseorang yang terasa dirinya sudah dewasa. Namun memang dirinya masih anak-anak dan berusia 13-18 tahun.

Ada berbagai faktor yang mendorong remaja bertindak buruk. Misalnya keluarga yang mendidiknya bersama dengan cara yang salah, atau kawan pergaulan yang buruk. Adapun model kenakalan-kenakalan remaja tersebut antara lain merokok, seks bebas, Mengenakan narkoba, atau yang paling kerap yakni tawuran. Usia remaja yang sudah dijelaskan di awalnya adalah umur dimana seseorang berupaya melacak jati dirinya. Kondisi remaja yang condong belum stabil (belum mampu membedakan yang baik dan ruruk) inilah yang pada akhirnya sebabkan dirinya terjerumus. Oleh sebab itulah, pendampingan orang tua dan terhitung pendidikan yang baik benar-benar mutlak terhadap fase remaja ini.

Karena pendampingan orang tua dan pendidikan yang baik, perlahan dapat membantu anak berkembang dan tumbuh ke arah yang positif. Dengan begitu, kasus kenakalan remaja sedikit demi sedikit dapat teratasi.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Pendidikan Karakter
Pendidikan sifat merupakan pendidikan yang berperan untuk menanamkan nilai moral dan sosial kepada peserta didik. Umumnya pendidikan ini tidak mampu diajarkan hanya bersama dengan beri tambahan materi saja. Namun terhitung mesti dibarengi bersama dengan berbagai perihal lain.

Untuk pemahaman lebih jelasnya. Berikut contoh teks eksposisi mengenai Pendidikan karakter:

“Pentingnya Penanaman Pendidikan Karakter di Sekolah”

Pendidikan sifat merupakan pendidikan yang punya tujuan untuk menanamkan nilai moral dan juga nilai sosial kepada para peserta didik. Pendidikan sifat ini terhitung condong beda bersama dengan pendidikan terhadap umumnya. Hal itu disebabkan sebab pendidikan sifat ini tidak mampu ditanamkan hanya bersama dengan materi saja. Namun memang apa yang menjadikan pendidikan sifat bagi peserta didik mutlak ditanamkan?

Ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan, untuk menjawap pertanyaan di atas. Dan hasil penelitian tersebut sudah diringkas terhadap sebuah bulletin yang diterbitkan bersama dengan judul “Character Educator” oleh University Of Missouri. St. Louis mendapatkan bahwa sekolah yang menerapkan pendidikan sifat terhadap peserta didiknya, condong lebih membawa prestasi akademik yang tinggi. Salah satu alasan yang sebabkan itu berlangsung yakni sebab peserta didik beroleh dorongan di dalam raih prestasi akademik di sekolah. Selain itu, tingkat tabiat peserta didik terhitung condong kecil.

Pendidikan sifat terhitung beri tambahan nilai-nilai budi pekerti positif yang melibatkan beberapa aspek, yakni cognitive (pengetahuan), feeling (perasaan), dan action (tindakan). Hal ini seiring bersama dengan kesimpulan Thomas Lickona, yang merupakan seorang pakar bidang pendidikan. Thomas menyatakan bahwa pendidikan sifat tidak dapat mampu berlangsung efisien tanpa ada tiga faktor tersebut. Selain itu, faktor lain yang sebabkan pendidikan sifat ini sukses yakni proses pendidikan mesti dikerjakan bersama dengan continuitas dan terhitung sistemastis.

Dengan beri tambahan pendidikan karakter, peserta didik dapat membawa kecerdasan emosi yang tinggi. Kecerdasan emosi inilah yang nantinya mampu jadi bekal mutlak untuk masa depan. Karena bersama dengan kecerdasan emosi, peserta didik dapat mampu menghadapi berbagai tantangan. Terutama tantangan yang mampu mencegah mereka mampu sukses di dalam perihal akademis.

Daniel Golman terhitung ikut membantu pendapat tersebut, dirinya menyatakan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di dalam masyarakat dipengaruhi oleh kecerdasan emosi tetapi 20 persennya hanya dipengaruhi oleh kecerdasan intelegensi.

Umumnya, peserta didik yang miliki kecerdasan emosional kecil dapat mengalami kesusahan di dalam belajar dan pergaulannya. Mereka condong tidak cukup lebih-lebih tidak mampu mengontrol emosinya. Sehingga mereka lebih rentan terjerumus di dalam kasus kenakalan remaja layaknya narkoba, minuman keras, seks bebas, tawuran dan sebagainya. Apabila tidak segera ditangani, maka bisa saja peserta didik tumbuh bersama dengan moral bejat dapat makin besar. Sebaliknya, peserta didik yang mampu mengontrol emosinya mampu terhindar dari kasus kenakalan remaja, dan tumbuh jadi spesial yang positif.

Meskipun sebenarnya, basic pendidikan sifat sudah ditanamkan di dalam keluarga. Namun, pendidikan sifat di sekolah terhitung benar-benar diperlukan. Hal ini sebab tidak seluruh keluarga mampu beri tambahan pendidikan sifat kepada anaknya secara sempurna. Apalagi kini banyak orang tua yang lebih mementingkan faktor keserdasan anak dibandingkan bersama dengan kecerdasan emosionalnya. Akibatnya, anak tidak miliki pendidikan sifat yang cukup.

Alasan itulah yang sebabkan pendidikan sifat di sekolah benar-benar penting. “Sebenarnya obyek akhir dari pendidikan adalah kecerdasan dan karakter” Dr. Martin Luter King.