Surga Menanti Film yang Sebarkan Semangat Hafal Alquran

Satu ulang surga menanti film tayang di layar lebar Indonesia menjelang Ramadhan th. ini. Menyambut bulan suci Ramadhan, rumah mengolah Khanza Film siap menghadirkan film teranyar mereka.

Bertajuk “Surga Menanti The Movie”, film yang disutradarai Hasto Broto ini akan jadi film yang tidak hanya menghibur namun termasuk film bersama dengan pesan yang kuat.

“Saya mendambakan syiar lewat film. Film mendidik untuk keluarga,” ujar Dyah Kalsitorini, produser sekaligus penulis skenario “Surga Menanti The Movie”, beberapa saat lalu di Jakarta.

“Surga Menanti The Movie” bercerita mengenai Humaira (Pipiek Dian Irawati) dan Yusuf (Agus Kuncoro) yang bercita-cita anaknya jadi seorang penghafal Alquran. Dengan kemauan yang kuat, kelanjutannya di usianya yang ke-10, Dafa (Syakir Daulay), anak Humaira dan Yusuf yang menuntut ilmu di pesantren punya Kyai Sula (Muhammad Syakir Sula) dan ustadzah Rumaisha (Astri Ivo), udah sukses hafal 27 jus.

Hingga suatu ketika Yusuf datang ke pesantren dan meminta Dafa pulang gara-gara sang ibu divonis Leukimia dan kondisinya makin berat. Setelah itu babak baru kehidupan Dafa dimulai.

Sambil merawat sang ibu, Dafa terus mengupayakan menghafal Alquran. Walaupun hal selanjutnya bukan hal mudah bersama dengan kondisi yang ada. Belum ulang Eben, tetangga Dafa yang iri.

Serta Safina dan Safira, dua anak kembar yang mendambakan jadi penghapal Alquran namun tidak diizinkan ayahnya.

“Kita mendambakan barang siapa sehabis nonton film ini mendambakan jadi penghafal Alquran,” kata Dyan.

Selain nama-nama di atas, film ini turut dibintangi Della Puspita, Vivid F Argarini serta di dukung oleh yayasan Syekh Ali Jaber.

Film bertajuk Surga Menanti ini formal dirilis di seluruh bioskop tanah air terhadap hari Kamis (02/06/2016) yang mempertemukan Agus Kuncoro dan Pipik Dian Irawati atau akrab disapa Umi Pipik.

Film yang merupakan kerjasama antara Khanza Film bersama dengan Yayasan Syekh Ali Jaber ini mengambil alih lokasi syuting di didalam dan luar negeri, di antaranya di Yogjakarta, Dieng, Aceh dan Cina.

Melalui film bergenre drama religi ini, Agus Kuncoro meminta banyak anak-anak dan orangtua yang terinpirasi bersama dengan cerita yang diangkat oleh film ini yaitu mengenai perjuangan untuk jadi penghafal Alquran.

“Saya pikir film ini pesannya bagus, jadi Alquran tidak hanya sebagai pajangan saja, jadi dibaca dan dikaji, gara-gara investasi kita adalah anak yang soleh.

Itulah pesan mutlak dari film ini, “ jelas Agus layaknya dilansir dari Bintang.

Sebuah kebanggaan bagi orangtua ketika punya anak-anak soleh yang merupakan ahli Alquran.

Sebagai orangtua, Agus Kuncoro pun meminta anaknya bisa punya kecintaan terhadap Alquran ketika menyaksikan film yang disutradarai oleh Hastobroto.

“Saya berkenan ketika anak saya nonton Surga Menanti, anak saya bisa punya permohonan untuk jadi hafidz Alquran.

Karena sebagai bapak saya mendambakan anak bisa hafidz Alquran. Karena itu suatu kebanggaan tersendiri bikin orangtua,” tambahnya.

Lain hal bersama dengan cerita pemain Surga Menanti yang satu ini. Adalah istri mendiang Ustadz Jefri Al Buchori, Pipik Dian Irawati yang berperan sebagai Humairah Ibu Dafa.

Umi Pipik bercerita, hatinya tersentuh ketika membaca skenario film ini. Surga Menanti bercerita mengenai seorang anak yang punya permohonan jadi Hafidz Quran (penghapal Alquran).

“Ketika membaca naskahnya saya nangis. Karena saya sebenarnya sangat punya permohonan jikalau suatu saat anak saya bisa jadi Hafidz Quran.

Karena itu, ketika syuting pun saya memerankannya sangat dari hati. Setidaknya film ini berikan pesan mengenai langkah mendidik anak.

Bagaimana kita membentuk sifat anak,” jelas Umi Pipik layaknya dilansir dari Storibriti. Selain itu, film ini termasuk mengenalkan Alquran braille digital pertama di dunia hasil kerjasama yang ditunaikan Yayasan Syekh Ali Jaber Indonesia bersama dengan beberapa pihak.

Karena itu, keuntungan film ini akan digunakkan untuk membantu sambungan mengolah Alquran braille selanjutnya dan termasuk pertemuan 10.0000 tunanetra dari seluruh Indonesia terhadap Agustus 2016 mendatang di Jakarta.

Trailer

Sinopsis Film Surga Menanti

Film Surga Menanti bercerita mengenai seorang remaja bernama Dafa (Syakir Daulay) yang punya cita-cita yang mulia untuk jadi seorang Hafizh Qur’an.

Namun, ketika keinginannya hampir tercapai, ujian yang berat datang. Sang ibu, Humaira (Umi Pipiek Dian Irawati) divonis oleh dokter menderita leukimia.

Di sedang kondisi itu, sang ayah, Yusuf (Agus Kuncoro) kelanjutannya bersama dengan sangat memohon kepada Dafa untuk pulang dan menemani ibunya yang sedang didalam kondisi kritis.

Jalan cerita film Surga Menanti pun berlanjut. Demi baktinya terhadap ibunya yang sebenarnya jadi keliru satu kewajiban utama, Dafa ulang kerumah dan ubah bersekolah di kampungnya. Perjalanan baru kehidupan Dafa dimulai.

  • Genre : Drama, Religi
  • Produser: Agus Rianto, Rahmat Suardi, Iskandar Yusuf
  • Sutradara: Hasto Broto
  • Penulis: Dyah Kalsitorini
  • Produksi: Khanza Film
  • Rilis: 2 Juni 2016

Film ini dibikin bersama dengan kerja serupa antara Yayasan Syekh Ali Jabeer bersama dengan Khanza Film selaku distributor.

  • Pemain:
  • Syakir Daulay sebagai Dafa
  • Pipiek Dian Irawati sebagai Humaira (Ibu Dafa)
  • Agus Kuncoro sebagai Yusuf (Ayah Dafa)
  • Della Puspita
  • Roy Turakhen
  • Ustad Restu Sugiarto
  • Muhammad Syakir Sula
  • Vivid F Argarini
  • Astri Ivo
  • Syekh Ali Jabeer

Film Surga Menanti Tayang 2 Juni

Film Surga Menanti yang dibintangi isteri dari almarhum penceramah kondang, Ustaz Jefry Albuchori, Pipik Dian Irawati (Umi Pipik), Agus Kuncoro, dan pemuda asal Bireuen, Syakir Daulay akan tayang perdana di 40 biskop di Indonesia terhadap Kamis (2/6) mendatang.

Film yang menceritakan mengenai perjuangan seorang Daffa (Syakir Daulay), si penghafal (hafiz) Alquran yang mendambakan memuliakan orang tuanya lewat kesuksesannya yang sebenarnya tidak mudah digapai Daffa ini, termasuk mendatangkan bintang tamu sosok pemimpin perempuan yang acuhkan dunia pendidikan dan syiar Islam ialah Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Syekh Ali Jaber.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza berkenan turut ambil anggota di film ini. Sosok yang diperankan Bunda panggilan akrab Illiza di sini bisa saja tidak jauh dari jabatan yang diembani Illiza saat ini, seorang ibu pemimpin.

“Dalam film ini Bunda Illiza yang menambahkan beasiswa kepada Daffa (Syakir Daulay) seorang mahasiswa berprestasi untuk bisa melanjutkan pendidikannya,” kata Produser Film Surga Menanti, Linda Setiawati didalam konfrensi press yang digelar di Balai Kota Banda Aceh, Jumat (27/5).

Linda menyebutkan, 20 persen durasi film ini mengambil alih lokasi di Banda Aceh antara lain di Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, Kampus UIN Ar-Raniry, dan Ulee Lheue. Selebihnya, lokasi film ini diambil alih di Wonosobo, Cirebon, dan Beijing.

Melalui entertaiment

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, bersama dengan film ini mendapatkan kesempatan mempromosikan Aceh bersama dengan membuktikan kepada dunia bahwasanya Aceh pascatsunami dan konflik udah aman dan bangkit kembali.

“Kita mendambakan membuktikan ke dunia bahwasanya, kita menerapkan syariat Islam termasuk bukan bermakna kita tidak boleh atau jauhi entertaiment.

Melalui film layar lebar ini saya rasa akan lebih cepat kita bisa membuktikan itu, jadi ini termasuk suatu wujud syukur kita,” ujar Illiza didalam konfrensi pers kemarin.

Dalam kesempatan itu, Illiza menambahkan, sehabis tayang perdana terhadap 2 Juni nanti, untuk Banda Aceh akan diadakan nonton bareng Film Surga Menanti