Simpang Lima Semarang Pada Malam Hari

Ada Apa Saja

Kawasan simpang lima semarang adalah ikon dari kota Semarang karena banyak orang yang berkata tentang ibukota propinsi Jawa Tengah ini, pasti yang paling pertama disebut adalah Simpang Lima.

Karena bagaimanapun juga, dari sinilah jantungnya kota Semarang dan segala aktitas kota serta kegiatan hiburan banyak di mulai dari kawasan yang masuk di dalam kecamatan Selatan ini.

Di tengah-tengah Simpang Lima terdapat tanah luas yang dinamakan Lapangan Pancasila dan biasa digunakan sebagai tempat upacara terhadap hari-hari Nasional.

Lapangan Pancasila juga kerap digunakan sebagi tempat konser musik dan juga pagelaran seni budaya serta event lainnya.

Ketika Sabtu sore dan malam minggu sampai Minggu pagi, lapangan ini juga digunakan sebagai pasar tiban atau pasar dadakan dari para penjual berasal dari beragam lokasi yang menawarkan macammacam kebutuhan untuk masyarakat Semarang.

Setiap minggu pagi banyak sekali masyarakat yang jogging dan bersepeda di kawasan Simpang Lima karena pas itu adalah Car Free Day (CFD) yang di mulai terhadap jam 06.00-09.00 dari kawasan selatan sampai lokasi barat di toko buku Gramedia di jalur Pangandaran.

Barang-barang yang dijual beberapa besar berbentuk busana baru dan tersedia pula busana second impor seperti jas, jaket dan sebagainya dengan harga yang murah.

Seluruh lapangan dipadati para pedagang dan jumlahnya sanggup mencapai ratusan. Selain itu, terdapat pula lapangan basket dan lapangan voli di sebelah selatan yang biasa dimanfaatkan para remaja setiap pagi dan sore.

Lapangan olahraga selanjutnya setidaknya menjadi pelipur lara krena dahulu dulu tersedia gedung GOR di sebelah utara yang sekarang telah berubah menjadi Mal Ciputra.

Suasana terhadap siang hari terkesan biasa layaknya pusat kota terhadap biasanya dengan hilir mudik kendaraan
pribadi dan angkutan lazim dan juga para pejalan kaki.

Malam Hari di Simpang Lima Semarang

Di kawasan alun-alun, banyak sekali warung makan yang berdampingan menjajakan makanan khas Semarang di trotoar seberang jalur lapangan. Ketika malam minggu, kawasan Simpang Lima sangat ramai orang-orang yang jalan-jalan di sekitar lapangan.

Banyak anak-anak muda, pria dan wanita dan juga banyak pula para pengunjung yang sudah berkeluarga mengajak anak-anaknya. Tentu saja lapangan Simpang Lima banjir manusia yang sedang nikmati malam minggu.

Banyak sekali layanan hiburan yang tersedia di Lapangan Pancasila selanjutnya layaknya pagelaran musik yang dimainkan oleh kelompok musik lokal. Ada juga permainan catur 3 cara mati dengan membayar 5 ribu rupiah dan sanggup memperoleh 2 bungkus rokok kecuali menang.

Ada juga layanan perosotan untuk bermain anak-anak kecil. Selain itu, panorama lapangan juga sangat indah dengan banyaknya lampu sorot di setiap sudut yang membuat pohon-pohon dan juga taman menjadi sangat jelas.

Biasanya para pengunjung membawa tikar sebagai alas atau duduk di kursi yang tersedia di lebih kurang lapangan
untuk bersantai sambil nikmati situasi yang tersedia di Simpang Lima.

Karena panorama di lebih kurang lapangan ini sangat indah, banyak pengunjung yang memaanfatkannya untuk aktivitas sel atau mengambil foto sebagai koleksi teristimewa atau untuk di sharing melalui sarana sosial

Selain itu, tersedia juga penyewaan sepeda, kereta kayuh dan juga odong-odong bagi anak-anak dan remaja. Sepeda dan odong-odong ditambah dengan lampu LED agar terang dan menarik.

Bentuk lampu terhadap sepeda bermacam-macam, tersedia yang terdapat terhadap body dan tersedia pula yang terdapat pada anggota depan dan belakang sepeda.

Sedangkan model sepeda juga bermacam-macam, tersedia sepeda roda dua dan tersedia pula yang beroda tiga. Para pengunjung sanggup manfaatkan sepeda dengan membayar tarif sewa lebih kurang 35 ribu untuk mengelilingi seluruh kawasan alun-alun.

Sepeda selanjutnya diperbolehkan untuk dikendarai di dalam tempat trotoar agar tidak menyebabkan kemacetan di jalur raya.

Tidak hanya malam minggu saja, setiap malam juga ramai dikunjungi masyarakat yang berlangsung kaki melewati lapangan atau hanya nongkrong di tempat lebih kurang lapangan.

Salah satu lokasi yang disenangi para pengunjung adalah tulisan besar Simpang Lima yang dinamakan Giant Letter Sign.

Tulisan selanjutnya sangat terang karena dihiasi lampu LED agar menaikkan keindahan di kawasan tersebut. Tulisan besar yang terang ini dibikin sejak th. 2015 dan menjadi ikon alun-alun Simpang Lima Semarang.

Kawasan Simpang Lima merupakan lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat Semarang karena banyak sekali mall, hotel, restoran, bioskop dan tersedia pula sebuah Masjid di seberang barat lapangan.

Semua kebutuhan masyarakat tersedia di kawasan Simpang Lima agar terhadap malam hari tidak pernah sepi dan menjadi obyek utama bagi warga Semarang untuk berbelanja ataupun coba kuliner yang ada di sana.

Mall-mall yang tersedia di kawasan Simpang Lima layaknya Citraland dan Matahari Plaza Simpang Lima juga  selalu ramai sejak siang hari sampai malam.

Matahari plaza tidak layaknya dulu yang menjajakan banyak kebutuhan masyarakat, tetapi sekarang lebih banyak sediakan stan-stan yang disewakan.

Banyak sekali wirausaha yang menyewa stan untuk menjual pakaian, handphone dan juga barang elektronik lainnya. Pada th. 2014 lalu, dulu berlangsung kebakaran di sebuah stan toko elektronik di lantai 2.

Untung saja kebakaran berlangsung disaat para pedagang belum pulang, agar api sukses dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke stan lainnya.

Berita kebakaran selanjutnya langsung tersebar kemana-mana, di koran dan radio lokal. Salah satu toko elektronik terbesar yang menyewa stan di Matahari plaza adalah Erafone. Perusahaan elektronik ini menginginkan mempertunjukkan produk-produknya kepada pengunjung mall.

Selain itu, Erafone juga membuat web site e-commerce yang tertentu untuk menjajakan barang-barang elektronik dan digital layaknya handphone, kamera, cctv, drone dan lainnya.

Perusahaan ayam goreng California Fried Chicken (CFC) juga terhubung stan dan coba menawarkan makanan kepada pengunjung mall.

Sedangkan di sebelah timur gedung Plaza Simpang Lima, terdapat sebuah bangunan yang digunakan sebagai kantor XL center keliru satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

Salah satu yang membuat Kawasan Simpang lima menjadi ramai adalah sebagai jalur pusat kota yang memudahkan kendaraan untuk mengambil jalur menuju beberapa tempat di Semarang.

Jika memulai perjalanan dari Simpang Lima, maka akses pemotongan jalur dapat lebih cepat dan bisa mengambil rute ke segala arah yang menghubungkan jalur ke beberapa lokasi di Semarang.

Ada lima jalur yang menuju ke arah Simpang Lima, dari arah barat tersedia jalur Pandanaran sebagai jalan tembus sampai bundaran Tugu Muda.

Sedangkan di arah barat laut, depan Masjid Baiturrahman terdapat jalur Gajah Mada yang menuju ke arah pasar Johar dan kawasan yang kerap dijadikan mangkal para PSK.

Pada arah timur laut dan sebelah utara Matahari Plaza Simpang Lima terdapat jalur KH Ahmad Dahlan. Untuk sebelah timur tersedia jalur Ahmad Yani sebagai jalur menuju kawasan Banyumanik atau arah menuju Masjid Agung.

Dan di sebelah selatan tersedia jalur Pahlawan dan jalur Dr.Sutomo yang menghubungkan Simpang Lima menuju Universitas Diponegoro.

Denah Simpang Lima sanggup dicermati dengan memahami melalui Google map dan akan lebih rinci kecuali melihat terhadap maps th. 2020.

Tempo Dulu di Simpang Lima Semarang

Yang lebih ekstrem lagi, menurut cerita warga setempat bahwa di sebelah selatan kawasan tersebut terdapat kuburan Cina.

Keramaian kota terhadap pas itu berpusat di lokasi Tugu Muda dan lebih kurang Pasar Johar sebagai tempat yang dekat dengan stasiun kereta api dan jalur pantura.

Sampai terhadap th. 1914, pihak Belanda menginginkan melakukan pelebaran lokasi pembangunan menuju daerah selatan.

Dari situlah sesudah itu kawasan Simpang Lima merasa menjadi perhatian sebagai jalur tembus menuju Tugu Muda di sebelah barat dan arah perbukitan Siranda di sebelah selatan.

Selanjutnya pihak Belanda terhubung kawasan Simpang Lima menjadi pemukiman baru sebagai gedung perkantoran dan pusat perdagangan.

Pada pas itu, orang-orang Cina telah menjalin kerjasama dengan pihak Belanda di dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

Di kawasan Simpang Lima telah banyak orang-orang Cina dan hal itu terbukti dengan adanya kuburan Cina yang tersedia di lebih kurang kawasan tersebut.

Dengan pertalian kerjasama antara pihak pemerintah Belanda terhadap pas itu dengan orang-orang Cina, membuat kawasan Simpang Lima berkembang pesat dan menjadi pusat ekonomi dan perdagangan.

Puncak keemasannya adalah disaat pihak Belanda mengadakan pameran yang terbesar di dunia dengan membangun gedung besar sebagai tempat pameran.

Dalam pameran tersebut, pasti saja punya tujuan untuk menjajakan barang-barang miliki nilai yang berhasil ditemukan di bumi Nusantara.

Karena itulah banyak sekali tamu yang mampir dari luar negeri seperti sebagian negara-negara Eropa, Australia, Cina dan juga negara-negara Asia.

Pameran selanjutnya dinamakan Koloniale Tentoonstelling sebagai acara pesta karena terhadap th. 1914, hampir seluruh lokasi Nusantara telah ditaklukkan Belanda.

Pameran selanjutnya diadakan sepanjang satu bulan di mulai tanggal 22 Agustus sampai 22 September 1914. Pada pas itu, situasi benua Eropa sedang mengalami pecah perang dunia pertama dan pihak Belanda seolah-olah tidak sudi turut campur di dalam urusan tersebut.

Ada satu hal yang menarik di dalam pameran selanjutnya yang manfaatkan kalimat Tentoonstelling yang membuat orang-orang Jawa menyingkatnya dengan penggalan kata Sentiling saja.

Kata sentilling akhirnya sanggup lestari sampai sekarang dan digunakan masyarakat semarang ketika mengadakan pasar malam.

Warga masyarakat Semarang punyai event pasar malam dengan judul Festival Pasar Malam Sentiling yang diadakan setiap th. dan sanggup bertahan sampai sekarang.

Karena pihak Belanda mengadakan pameran selanjutnya sepanjang sebulan, maka kawasan Simpang Lima menjadi pusat keramaian yang bertaraf internasional.

Kemudian makin lama banyak dibangun gedung-gedung perkantoran, hotel ataupun gedung yang digunakan sebagai pusat perbelanjaan dan penginapan.

Karena itulah sampai sekarang banyak sekali bangunan hotel yang berada di lebih kurang kawasan Simpang Lima. Setelah Indonesia merdeka, presiden Sukarno melihat pertumbuhan pesat di kawasan Simpang Lima dan langsung mengambil ketetapan untuk menjadikan kawasan selanjutnya sebagai alun-alun.

Pada masa dulu, alun-alun adalah tanah lapang yang digunakan untuk berkumpul masyarakat Nusantara ketika tersedia hal-hal mutlak yang dapat disampaikan pihak kerajaan atau keperluan lainnya.

Pada awalnya, alun-alun kota Semarang berada di lebih kurang pasar Johar. Namun karena kawasan tersebut sudah makin lama sempit oleh pelebaran pasar, akhirnya kawasan Simpang Lima dijadikan alun-alun Selanjutnya kawasan Simpang Lima makin lama ramai karena banyak sekali pusat perbelanjaan dan juga tempat penginapan dan juga menjadi jalur penghubung yang memudahkan jalur ke beberapa tempat.

Ciri-ciri sebuah alun-alun diantaranya terdapat sebuah masjid di sebelah barat dan hal itu juga direalisasikan di kawasan Simpang Lima. Pada th. 1968, Masjid Baiturrohman formal dibangun disebelah barat energi alun-alun pas di segi jalur pangandaran.

Masjid selanjutnya selesai dibangun terhadap th. 1974 dan diresmikan oleh Presiden Suharto sebagai tempat ibadah dan studi bagi umat Islam dan juga untuk aktivitas bersholawat. Pada pas itu, banyak sekali pohon kelapa dan palem yang tumbuh dipinggir jalur dan situasi lapangan juga masih sejajar dengan ruas jalan.

Selain itu, masih banyak lahan kosong dan belum banyak gedung tinggi agar masih banyak taman-taman di lebih kurang jalur di kawasan Simpang Lima.

Hal ini sangat berlainan dengan situasi zaman sekarang yang telah sesak dengan gedung-gedung yang tinggi dan juga banyak reklame dan baliho agar panorama menjadi terbatas.

Makanan Enak di Simpang Lima Semarang

Salah satu obyek para pengunjung mampir ke kawasan Simpang Lima antara lain untuk berburu kuliner yang tersedia di lebih kurang lokasi tersebut. Banyak sekali para penjual yang menjajakan makanan khas Semarang yang siap untuk dinikmati para pengunjung.

Warung yang paling ramai diburu pengunjung antara lain, Nasi Goreng Ruwet, Nasi Pecel, Nasi Ayam,Seafood, memahami petis, lumpia dan kios makanan lainnya.

Posisi stan warung berada di bawah atap sehingga tidak dapat terkena air kecuali berlangsung hujan sebagai food court yang dibangun pemerinta kota Semarang.

Selain itu, tempat kios sangat bersih dan rapi agar para pengunjung sanggup menyantap makanan dengan nyaman. Dahulu, para pedagang melakukan jualan dengan manfaatkan tenda kecil hingga pemkot memberikan layanan untuk berjualan yaitu kompleks pujasera.

Makanan yang banyak diburu para pengunjung dan tenar dengan kelezatannya adalah nasi pecel mbok Sadur. Dengan manfaatkan piring rotan dan wadah dari daun pisang, komposisi nasi ditaburi dengan campuran daun ubi, daun papaya, kenikir, bayam, dan kacang panjang dan juga tauge.

Selanjutnya racikan selanjutnya disiram dengan sambal kacang yang lezat dan diberikan rempeyek atau teri sebagai pelengkapnya.

Kios nasi pecel mbok Sador juga sediakan beragam macam lauk layaknya sate telor puyuh, telur asin, sate keong, jeroan sapi, ati ampela dan juga kerupuk.

Banyak para pelanggan setia warung mbok Sador yang tunjukkan bahwa rasa pecelnya memang sangat lezat dan pas di lidah.

Mereka yang mampir biasanya telah cocok dengan bumbu kacang racikan mbok Sador yang punyai cita rasa khas makanan asli Semarang tempo dulu.

Lokasi warung nasi pecel yang tenar ini berada di sebelah selatan alun-alun Simpang Lima, tepatnya berada di jalur Pahlawan.

Jika menginginkan coba nasi pecel mbok Sador, sebaiknya mampir lebih awal dari jam makan atau sebelum malam tiba. Karena kecuali setelah pas maghrib, para pengunjung kudu sudi untuk mengantri sebelum bisa menyantap nasi pecel tersebut.

Pada pas ramai, biasanya barisan antrian sangat panjang dan sanggup menanti sampai 1/2 jam hingga giliran tiba untuk memperoleh nasi pecel.

Kuliner yang juga tetap ramai adalah warung Seafood Pak Jari yang sediakan menu kepiting, cumicumi, kerang, dan juga beragam model olahan ikan. Warung Seafood Pak Jari punyai racikan bumbu teristimewa agar rasa pedasnya sangat nendang di lidah.

Banyak pelanggannya yang tunjukkan bahwa masakan seafood Pak Jari sangat berlainan dengan warung seafood lain. Menurut Bapak Sujari sebagai pemilik warung seafood ini tunjukkan bahwa masakan andalannya adalah Srimping Saos Padang.

Masakan selanjutnya hasil kreasi sendiri dari sang pemilik warung dan paling Keunikan masakan Srimping Saos Pedas adalah, bumbu masakannya yang sangat pedas, diselingi dengan kelezatan bumbu racikan khas Pak Jari yang membuat siapa saja yang menyantapnya akan menemukan sensasi kenikmatan teristimewa di dalam rasa pedas selanjutnya agar tidak memperdulikan rasa pedasnya.

Pak Sujari juga punyai menu lain bagi para pengunjung yang tidak menyukai masakan pedas,diantaranya adalah bumbu goreng kering, saus tiram, asam manis dan juga goreng mentega.

Ada juga menu masakan yang dimasak dengan cara digoreng atau dibakar. Selain masakannya yang lezat, harga satu porsi di warung seafood Pak Jari masih terjangkau karena mengambil tema warung makan dan bukanlah restoran.

Lokasi warung seafood ini berada di sebelah timur alun-alun Simpang Lima dan warung seafood kedua tersedia di sebelah barat.

Ada ulang warung makan lainnya yang juga sangat ramai, yaitu Nasi Pecel Yu Sri yang juga kudu mengantri jika menginginkan merasakan satu pincuk nasi pecel yang gurih dan lezat.

Rasa bumbu kacang racikan warung ini sangat gurih dengan rasa manis dan pedas yang sangat merasa di lidah. Untuk menjauhi antrian panjang, para pelanggan lebih bahagia mampir ke warung nasi pecel Yu Sri terhadap sore hari sebelum saat maghrib karena warung telah merasa diakses jam 5 sore.

Ada juga para pelanggan yang datangnya agak larut malam karena nasi pecel Yu Sri tutup sampai jam 2 Lokasi warung Nasi Pecel Yu Sri berada di sebelah tenggara alun-alun Simpang Lima, tepatnya berada di daerah Pleburan. Kondisi warung sangat luas agar pengunjung sanggup nikmati santapan nasi pecel dengan nyaman dan tidak berdesak-desakan.

Para pengunjung sanggup menyantap satu porsi nasi pecel yang dibungkus daun pisang dengan merogoh kocek lebih kurang Rp.16 ribu saja. Selain itu, tersedia juga sajian jajanan yang berbahan utama memahami yaitu memahami petis dan memahami gimbal.

Salah satu warung yang banyak pelanggannya adalah Tahu Petis Prasojo yang lokasinya di kompleks warung Puja sera. Tahu Petis Prasojo telah terhubung lapak di kawasan Simpang Lima sejak th. 80-an agar tidak heran kecuali memahami petis Prasojo sangat tenar di kota Semarang dan sekitarnya.

Rasa memahami petis Prasojo sebenarnya lebih merasa karena petisnya dimasukkan ke di dalam memahami agar rasa lezatnya menyatu dengan memahami yang ditambah dengan cabe rawit.

Racikan petis dari keluarga Prasojo sebenarnya berlainan dengan petis lainnya yang di sajikan terpisah untuk cocolan. Petis Prasojo berwarna hitam dan lebih kental dan juga punyai rasa udang dan cumi-cumi yang sangat merasa di lidah. Tahu Petis Prasojo juga menjadi ikon jajanan khas kota Semarang yang tersedia di Simpang Lima.