Sel Tumbuhan Dan Fungsinya Lengkap

Sel Tumbuhan Dan Fungsinya – Tahukah anda apa yang dimaksud dengan Sel tumbuhan ?? Jika anda belum mengetahuinya anda pas sekali mengunjungi garmincomexpress.

Sel tumbuhan punya ukuran dan wujud yang bervariasi, kebanyakan berukuran mikroskopis, bermakna cuma dapat diamati di bawah pengamatan mikroskop.

Meskipun sel merupakan unit terkecil, tetapi di dalamnya masih terkandung bagian-bagian yang lebih kecil kembali dan berperan dalam lakukan aktivitas hidup sel itu sendiri atau disebut dengan organel.

Jenis organel terhadap sel tumbuhan berbagai macam dan tiap-tiap punya karakteristik dan fungsi yang berbeda-beda. Organel-organel apa saja yang menyusun sel tumbuhan? Bagaimana karakteristik yang dimilikinya? Apakah fungsi berasal dari tiap-tiap organel yang menyusun sel tumbuhan tersebut? Mari kita simak penjelasannya terhadap subtopik di bawah ini.

Sel merupakan unit terkecil berasal dari makhluk hidup.Di dalam sel terkandung protoplasma yang tersusun atas karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat.

Berdasarkan tipe sel dibedakn menjadi prokaroriotik, yakni sel yang tidak punya membran inti dan sel eukariotik, yakni sel yang memiiliki membran inti.

Dari penemuan tentang sel dan segala aktivitasnya, lahirlah teori sel, bahwa sel merupakan kesatuan struktural, kesatuan fungsional, kesatuan pertumbuhan, kestuan hereditas, dan kesatuan reproduksi makhluk hidup.

Secara struktural sel merupakan penyusun makhluk hidup anggota berasal dari sel meliputi membran plasma, nukleus, dan sitoplasma. Membran plasma tersusun berasal dari lipoprotein, yakni adanya ikatan pada lemak dan protein.

Nukleus terkandung nukleolus yang berfaedah untuk sintesis ribosom, nukleus berfaedah untuk mengendalikan aktivitas sel.

Sitoplasma mempunyai kandungan organel-organel sel, layaknya retikulum ,endoplasma, ribosom, badan golgi, libosom, mitokondria, mikrotubul, mikrofilamen.

Meskipun hewan dan sel tumbuhan dan fungsinya sama-sama punya eukariota, mereka berbeda dalam fitur karakteristik tertentu.

Misalnya, sel tumbuhan dan fungsinya mempunyai dinding sel yang berkembang dengan baik dan vakuola besar, sedang sel hewan tidak mempunyai struktur tersebut.

Selain perbedaan dalam wujud struktur, di dalam sel hewan terkandung sentriol dan filamen sedang di mana ini tidak ditemui di sel tumbuhan dan fungsinya.

Ciri khas sel tumbuhan yakni terdiri berasal dari organel dan sitoplasma, di mana semua organel (kecuali inti sel atau neukleus) dan struktur subselular yang ada di dalam sitoplasma bakal tertutup oleh membran sel atau dinding sel sebagai lapisan pelindung.

Jenis Jenis Sel Tumbuhan Dan Fungsinya

Sel parenkim

Sel parenkim adalah sel yang punya lebih dari satu fungsi terasa berasal dari penyimpanan, bantuan terhadap fotosintesis, daerah berikatnya floem.

Selain xilem dan floem yang terikat dengan sel parenkim, daun terhitung terdiri berasal dari sel-sel parenkim. Beberapa sel parenkim, layaknya terhadap epidermis, berfaedah untuk penetrasi sinar dan mengatur pertukaran gas.

Sel parenkim punya dinding sel yang tidak tebal dan permeabel yang amat mungkin pengangkutan molekul kecil di dalamnya.

Sel parenkim terhitung dapat tumbuh menjadi duri yang menghambat hewan herbivora memakannya. Sel parenkim yang mempunyai kandungan banyak kloroplas dan berperan penting dalam proses fotosintesis disebut sel klorenkim.

Sebagian besar sel parenkim di umbi kentang dan kotiledon berasal dari biji kacang-kacangan punya fungsi penyimpanan.

Sel kolenkim

Sel kolenkim hidup waktu udah dewasa dan cuma punya sebuah dinding primer. Sel-sel ini udah matang dan berasal berasal dari meristem yang mulanya menyerupai sel parenkim.

Plastidanya tidak berkembang dan organel sekretorik (retikulum endoplasma dan badan golgi) berproliferasi untuk mengeluarkan dinding primer tambahan.

Dinding ini tidak tipis di anggota sudutnya di mana tiga atau lebih sel saling bersentuhan dan tidak tebal di anggota di mana cuma terkandung dua sel yang bersentuhan.

Pektin dan hemiselulosa adalah persentase utama dinding sel kolenkim berasal dari sel tumbuhan dan fungsinya berbiji terbuka (angiosperma).

Sel kolenkim kebanyakan cukup memanjang dan melintang. Tujuannya adalah untuk beri tambahan fleksibilitas. Dinding selnya tidak mempunyai kandungan lignin sehingga menjadi kaku.

Sel Sklerenkim

Sel sklerenkim adalah sel yang keras dan tangguh yang beri tambahan kebolehan terhadap tumbuhan. Sel ini terdiri berasal dari sklereid dan serat.

Terdapat dinding sekunder yang mempunyai kandungan lignin sehingga kedap air.

Dengan demikian, sel-sel ini tidak dapat bertahan lama sebab tidak dapat lakukan pertukaran zat untuk lakukan metabolisme.

Sel sklerenkim kebanyakan bakal mati terhadap waktu tertentu, sitoplasma bakal hilang, dan meninggalkan rongga kosong.

Sel xilem

Sel xilem adalah sel yang mengalami lignifikasi dinding sel. Sel ini berfaedah untuk mengangkut air dan zat hara berasal dari tanah (akar) menuju daun untuk lakukan fotosintesis.

Sel xilem pertama kali muncul terhadap tanaman sejak 425 juta th. yang lalu.

Sel floem

Sel floem adalah sel yang menyusun jaringan spesifik untuk transportasi zat-zat makanan terhadap sel tumbuhan dan fungsinya tingkat tinggi.

Yang di transportasikan lebih-lebih sukrosa. Sel floem terdiri berasal dari dua tipe sel yakni tabung saringan dan sel pendamping.

Pada tabung saringan tidak terkandung inti sel dan ribosom dan metabolismenya diatur oleh sel pendamping.

Sedangkan sel pendamping membuka ke tabung saringan lewat plasmodesmata. Lumut tidak punya floem.

Sel epidermis

Sel epidermis tanaman adalah sel parenkim spesifik yang terkandung di semua permukaan daun, batang, dan akar.

Ciri Atau Karakteristik Sel Tumbuhan Dan Fungsinya

Sel tumbuhan punya bagian-bagian spesifik yang membedakannya dengan sel hewan atau sel eukariot yang lain. Berikut adalah organel yang cuma terkandung terhadap sel tumbuhan:

Sebuah vakuola berukuran besar yang volumenya dipenuhi oleh air dan dilapisi oleh membran yang disebut tonoplas.

Fungsi tonoplas adalah untuk mempertahankan sel turgor, mengontrol pergerakan molekul pada sitosol dan getah tumbuhan, menaruh zat-zat berguna, dan mencerna limbah protein dan organel.

Sebuah dinding sel yang terdiri berasal dari selulosa, hemiselulosa, pektin, dan lebih dari satu mempunyai kandungan lignin. Dihasilkan oleh protoplas di luar membran sel.

Hal ini berkebalikan dengan dinding sel jamur yang terbuat berasal dari kitin dan bakteri yang terbuat berasal dari peptidoglikan.

Jalur komunikasi spesifik antar sel yang dikenal sebagai plasmodesmata yang berupa pori-pori di dinding sel yang menghubungkan plasmalema di sel satu ke retikulum endoplasma di sel lain.

Plastida yang terdiri berasal dari kloroplas, kromoplas, dan leukoplas. Kloroplas mempunyai kandungan klorofil yang berfaedah untuk menyerap sinar matahari dan amat mungkin tanaman untuk memicu makanan sendiri dalam proses yang dikenal sebagai fotosintesis.

Kromoplas untuk lakukan sintesis dan menaruh pigmen. Leukoplas adalah anggota plastida yang tidak berwarna dan berfaedah untuk menaruh cadangan makanan.

Pembelahan sel yang dikerjakan dengan pembentukan phragmoplas sebagai dasarnya.

Sel kelamin jantan lumut dan pteridophyta, sikas, dan ginkgo punya flagela yang sama dengan sel terhadap hewan.

Namun terhadap tumbuhan yang lebih kompleks (seperti gymnospermae dan tanaman berbunga) tidak terkandung flagela dan sentriol yang kebanyakan terkandung di dalam sel hewan.

Struktur Bagian Sel Tumbuhan Dan Fungsinya

Nukleus (inti sel)

Nukleus (inti sel) yakni organel sel yang benar-benar unik dan penting, sebagai daerah utama sel untuk menaruh kromosom (komponen genetik) berasal dari sel tertentu.

Nukleus mempunyai fungsi mengkoordinasi proses metabolisme, contohnya pemblahan sel, perkembangan sel, serta sintesis protein. Inti dan isinya disebut dengan Nukleoplasma.

Plastida (kloropas)

Plastida (kloropas) merupakan makna kolektif untuk organel yang berfaedah untuk mempunyai pigmen. Kloroplas mempunyai wujud yang benar-benar menonjol berasal dari plastida yang punya persentase pigmen klorofil hijau.

Karena terkandung plastida (kloropas) yang mempunyai kandungan klorofil hijau, maka tumbuhan dapat meniti proses fotosintesis dengan baik dengan adanya air, sinar matahari, dan karbon dioksida untuk sintesis makanan sendiri.

Ribosom

Ribosom merupakan organel sel yang bentuknya kecil yakni berupa butiran nukleoprotein. Ribosom tersusun atas sub unit besar dan sub unit kecil, memuat RNA ribosom dan RNAr dan protein di dalamnya.

Ribosom dibedakan menjadi 2 tipe yang mana terkandung di dalam sitoplasma, yakni ribosom terikat dan ribosom bebas.

Fungsi utama ribosom yakni produksi dan mensintesis zat protein yang ada dalam sel. Untuk menyadari lebih jauh tentang ribosom silakan baca Struktur dan Fungsi Ribosom (Organel Sel).

Mitokondria

Mitokondria merupakan organel besar yang berupa bulat batang yang ada di dalam sitoplasma sel tumbuhan. Mitokondria berfaedah dalam memecah karbohidrat kompleks dan gula yang dimanfaatkan.

Mitokondria mempunyai kandungan enzim spesifik yang berfaedah dan penting sebagai pasokan daya ke sel tumbuhan.

Mitokondria mempunyai fungsi sebagai daerah respirasi aerop dalam pembentukan ATP sebagai sumber energi. Mitokondria terhitung dikenal sebagai pembangkit tenaga listrik sel.

Badan golgi (aparatus golgi)

Badan golgi (aparatus golgi) terdiri berasal dari kumpulan vesikel pipih yang punya wujud sisternae (berkelok-kelok) atau berupa kantong pipih.

Badan golgi yang terletak di dalam sel tumbuhan disebut diktiosom, keberadaannya kebanyakan ditemui di dekat membran sel.

Fungsi utama badan golgi yakni untuk mengangkat zat kimia di dalam dan muncul berasal dari sel, setelah RE (Retikulum Endoplasma) mensisntesis protein dan lemak.

Badan golgi mempengaruhi dan mempersiakannya untuk mengekspor muncul sel.

Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma merupakan organel penghubung pada inti (nukleus) dengan sitoplasma di dalam sel tumbuhan.

Pada dasarnya itu merupakan jaringan interkoneksi, RE mempunyai kantong yang berbelit-belit. Ada 2 macam Retikulum Endoplasma yakni RE Kasar dan RE Halus.

Struktur Retikulum Endoplasma cuma dapat diamati dengan mikroskop elektron.

Fungsi retikulum endoplasma yakni sebagai pengangkut sintetis lemak dan steroit, daerah menaruh fospolipid, steroid, glikolipid, menjalankan detoksifikasi drug dan racun.

Vakuola

Vakuola merupakan membran, sebagai daerah penyimpanan yang membantu dalam mengatur tekanan tugor berasal dari sel tumbuhan.

Di dalam sel tumbuhan kebanyakan ditemui lebih berasal dari satu vakuola. Tetapi vakuola menghabiskan ruang lebih besar daripada yang lain, yang menaruh bermacam macam senyawa kimia.

Vakuola berfaedah terhitung sebagai ekskreasi product produk-produk limbah dan pencernaan instraselullar molekul kompleks.

Peroksisom

Peroksisom merupakan organel sitoplasma berasal dari sel tumbuhan yang mempunyai persentase enzim oksidatif tertentu.

Enzim itu digunakan dalam pemecahan metabolisme asam lemak menjadi gula sederhana. Fungsi peroksisom ialah memecahkan asam lemak menjadi gula dan membantu kloropas dalam proses fotorespirasi.

Ciri-ciri Sel Tumbuhan

  • Memiliki dinding sel.
  • Memilki plastida (kloroplas, kromoplas, dan leukoplas).
  • Memilki vakuola yang besar.
  • Ukuran nukleusnya lebih kecil dibandingkan vakuola.
  • Bentuk selnya tetap.
  • Penyimpanan energinya dalam wujud butiran pati.

Fungsi Sel Tumbuhan

  • Mengatur semua aktivitas tumbuhan.
  • Berperan segera dalam proses tumbuh kembang tumbuhan.
  • Menyimpan dan mempunyai pembawaan genetik tumbuhan.
  • Menyusun dan melindungi wujud tubuh tumbuhan.

Struktur Sel Tumbuhan

Secara umum, struktur sel terbagi atas sel eukariotik dan sel prokariotik. Sel tumbuhan tergolong ke dalam sel eukariotik. Sel eukariotik merupakan sel makhluk hidup bernukleus yang dibungkus oleh membran. Ciri-ciri sel eukariotik adalah sebagai berikut:

  • Sitoplasma dan nukleoplasma terpisah.
  • Bahan gen berada di dalam inti sel.
  • Memiliki organel layaknya badan golgi, mitokondria, retikulum endoplasma, ribosom, dan kloroplas (pada tumbuhan).
  • Bahan gen (DNA) berupa layaknya pita ganda yang tersusun spiral saling melilit (double helix).

Bagian-bagian/Organel Sel Tumbuhan

Dinding sel

  • Dinding sel tidak tebal dan berlapis-lapis.
  • Diselaputi oleh membran sel/membran plasma.
  • Dibedakan atas dinding sel primer dan dinding sel sekunder.
  • Terdapat plasmodesmata yang menghubungkan pada protoplasma satu dengan lainnya.

Memiliki fungsi diantaranya untuk:

  • Mencegah sel menggembung melalui batas maksimum.
  • Melewati bermacam tipe zat untuk kebutuhan sel.

Membran Sel/Membran Plasma

  1. Terletak diantara dinding dan isi sel sitoplasma.
  2. Tersusun berasal dari senyawa kimia lipoprotein (gabungan senyawa lemak dengan protein).
  3. Bersifat selektif permeabel, bermakna membran sel cuma dapat dimasuki oleh zat atau molekul spesifik saja.

Memiliki fungsi diantaranya untuk:

  • Amiloplas, plastida yang mempunyai kandungan amilum.
  • Proteinoplas, plastida yang mempunyai kandungan protein.
  • Elaioplas, plastida yang mempunyai kandungan lemak.

Berdasarkan persentase pigmennya, plastida terbagi menjadi kloroplas dan kromoplas.

  • Kloroplas = plastida yang lebih dari satu isinya merupakan klorofil
  • Kromoplas = plastida yang mempunyai kandungan pigmen-pigmen dominan tak sekedar klorofil layaknya pigmen merah, jingga, kuning yang banyak terkandung terhadap bunga, buah, dan biji.

Memiliki fungsi diantaranya untuk:

  • Fotosintesis
  • Mensintesis asam lemak dan terpen.

Vakuola

Dibungkus oleh selapis membran yang disebut tonoplas.
Terdapat lebih dari satu macam senyawa kimia, layaknya garam mineral, karbohidrat, asam amino, dan antosianin (pigmen terhadap bunga).
Semakin tua suatu tumbuhan, maka vakuola yang terbentuk tambah besar.
Memiliki fungsi sebagai daerah penyimpanan zat cadangan makanan.

Badan Golgi/Aparatus Golgi

  • Badan golgi terhadap tumbuhan disebut diktiosom.
  • Jumlahnya dapat mencapai ratusan terhadap tiap-tiap sel.
  • Berbentuk layaknya kantung pipih yang dibatasi oleh membran.

Memiliki fungsi diantaranya untuk:

  • Proses sekresi.
  • Membentuk dinding sel.
  • Menghasilkan lisosom.
  • Membentuk akrosom.

Ribosom

Terletak di dalam RE, sitoplasma, dan nukleolus.
Jumlahnya bergantung terhadap keaktifan sel. Semakin aktif suatu sel, maka jumlahnya bakal tambah banyak.
Memiliki fungsi sebagai daerah sintesis protein.

Retikulum Endoplasma (RE)

Terletak di dalam sitoplasma.
Berdasarkan keberadaan ribosom, terkandung dua tipe RE, yaitu:

Retikulum endoplasma kasar, merupakan RE yang terkandung ribosom. Berperan dalam pembentukan membran dan protein.
Retikulum endoplasma halus, merupakan RE yang tidak terkandung ribosom. Berperan dalam pembentukan lemak, menetralisir racun, dan penyimpanan kalsium.

Secara total punya fungsi diantaranya untuk:

  • Tempat pelekatan ribosom.
  • Memperkaya senyawa protein hasil sintesis ribosom.

Mitokondria

  • Berbentuk lonjong
  • Dibungkus oleh selapis membran yang terdiri berasal dari membran luar dan membran dalam (krista). Krista punya banyak lekukan yang berfaedah untuk memperluas permukaan waktu berlangsungnya respirasi.
  • Jumlahnya bervariasi, bergantung terhadap tingkat metabolisme.
  • Memiliki fungsi sebagai penghasil daya sebab terlibat dalam proses respirasi yang berupa aerob.

Mikrotubulus

  • Berbentuk silinder atau tabung yang tidak bercabang dengan diameter 25 nm.
  • Tersusun atas protein tubulin yang terangkai dalam lapisan terpilin.
  • Protein tubulinnya terdiri berasal dari alpha-tubulin dan betatubulin.
  • Memiliki fungsi diantaranya untuk:
  • Memberi wujud sel.
  • Membantuk pengangkutan bahan-bahan di dalam sel.

Nukleus (Inti Sel)

Ukuran organel lebih besar dibandingkan dengan organel sel lainnya (kecuali dengan vakuola).
Berbentuk bulat oval.

Bagian nukleus meliputi:

  • Membran inti (karioteka), pembungkus sekaligus pelindung inti.
  • Nukleoplasma, merupakan matriks di dalam nukleus. Mengandung bermacam macam enzim, protein, kromosom, dan nukleolus.
  • Kromatin/kromosom, mempunyai kandungan DNA.
  • Nukleolus, mempunyai kandungan banyak kromosom, yakni benang-benang halus DNA.

Memilik fungsi diantaranya untuk:

  • Mengatur semua aktivitas sel.
  • Tempat penyimpanan protein.
  • Tempat penyimpanan informasi genetik.
  • Berperan dalam pemisahan sel.