Rempah Rempah Indonesia yang Terkenal di Dunia

Rempah Rempah Indonesia – Sebagai negara tropis, Indonesia dianugerahi tanah subur yang ditumbuhi berbagai macam tanaman yang syarat bersama sejuta manfaat, keliru satunya rempah-rempah.

Rempah-rempah merupakan bagian tumbuhan yang beraroma dan berasa kuat. Jenis rempah yang dimiliki Indonesia pun memadai beragam.

Rempah juga merupakan barang yang amat dicari pada zaman pra kolonial, sebab dulunya digunakan sebagai obat mujarab lebih dari satu penyakit kronis, tetapi sesudah dunia kedokteran maju, pemanfaatannya secara langsung mulai berkurang.

Saat ini, rempah-rempah Indonesia banyak digunakan sebagai produk obat tradisional, produk kecantikan, farmasi, bumbu masakan, parfum, sabun dan masih banyak lagi.

Indonesia dikenal oleh negara lain sebagai produsen tanaman rempah bersama mutu terbaik.

Sekilas Sejarah Rempah Dunia

Berbicara rempah-rempah, maka kita juga kudu mengetahui hubungannya bersama zaman penjelajahan yang dikerjakan oleh lebih dari satu negera Eropa kira-kira abad ke-15.

Ceritanya, pas Kekaisaran Turki Utsmani bangkit, Kerajaan Bizantium berhasil dikalahkan yang ditandai bersama direbutnya kota Konstantinopel.

Dengan direbutnya konstantinopel, pintu masuk jalur sutera hanya satu yang menghubungkan dunia timur bersama dunia barat di kuasai oleh Turki.

Adanya pungutan pajak yang memadai tinggi untuk barang dagangan (termasuk rempah) yang lewat kota, mendorong lebih dari satu negara Eropa untuk mendapatkan rute lain ke pusat penghasil rempah-rempah secara langsung, lewat jalur -jalur laut.

Apalagi sesudah ditemukannya kompas, orang Eropa mulai berani melaut amat jauh.

Beberapa pelopornya diantaranya: Bartolomeus Dias dan Vasco da Gama (menemukan rute ke Hindustan lewat tanjung harapan), Christopher Colombus (menempuh rute yang berlawanan bersama Vasco, dan mendapatkan hal yang tidak terduga, yakni benua baru yang kelak disebut Amerika), Ferdinand Magellan (menemukan jalur yang mampu melintasi benua Amerika, yakni lewat jalur paling selatan Amerika, yakni selat Magellan).

Namun berdasarkan Encyclopaedia Britannica (2002), kapal Victoria dari Ferdinand Magellan lah yang amat hingga ke Maluku sekitara tahun 1519 dan lagi ke Spanyol bersama kemenangan, kapal penuh bersama cengkih dan rempah-rempah lainnya.

Sedangkan, Negara yang lama menjajah Indonesia, Belanda, baru hingga ke Hindia timur (Indonesia) pada 1598 dan lagi bersama 600 ribu pon rempah-rempah dan produk Hindia timur lainnya.

Setelahnya, Belanda membentuk kongsi perdagangan hindia timur atau VOC untuk memonopoli perdagangan rempah yang berasal dari Nusantara untuk dijual ke Eropa.

Jenis Bumbu Masak Khas Indonesia

Salah satu ciri masakan Indonesia ialah banyaknya rempah-rempah yang terdapat didalamnya.

Sebut saja rendang, masakan dari sumatera barat ini memanfaatkan kurang lebih 15 rempah dan bumbu, mulai dari jintan, pala, ketumbar, kunyit, daun kunyit, daun jeruk purut, daun serai, lengkuas, jahe, cabe merah keriting, cabe merah besar, bawang putih, bawang merah, kemiri, dan asam kandis.

Berikut jenis rempah dan bumbu yang mampu ditemui di Indonesia.

Cengkeh

Cengkeh atau cengkih (Syzygium aromaticum) merupakan bagian kuncup bunga dari keluarga pohon jambu jambuan (Myrtaceae).

Cengkeh juga jenis rempah asli Indonesia yang sejak dulu amat dicari oleh negara barat sebab banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di sejumlah negara Eropa dan bahan pembuatan rokok (rokok kretek).

Berdasarkan morfologinya cengkeh yang ada di Indonesia mampu diklasifikasikan menjadi 3 jenis:

  • Cengkeh asli maluku, yakni cengkeh berjenis Afo, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Air mata, Dokiri dan Daun Buntal.
  • Cengkeh liar, yakni cengkeh berjenis Raja, Amahusu, Haria gunung, dan cengkeh hutan bogor.
  • Cengkeh budi daya, yakni cengkeh berjenis zanzibar, siputih, sikotok dan ambon.

Cengkeh merupakan keliru satu rempah-rempahan yang kerap digunakan sebagai agen preservative makanan dan tanaman obat, sebab cengkeh punyai kesibukan antioksidan dan antimikroba, agar cengkeh kerap digunakan sebagai antiseptis dan antifermentasi.

Cengkeh juga mampu digunakan sebagai desinfektan, analgesik dan anestetik pada gigi berlubang.

Saat ini, cengkeh banyak digunakan untuk memproses rokok, kosmetik, dan kesehatan.

Di didalam negeri, jenis rempah ini punyai harga menjual kira-kira Rp. 120 ribu per kilogramnya (untuk cengkeh kering), tetapi jika dijual ke luar negeri harganya mampu melonjak capai setengah juta rupiah perkilogramnya.

Pohon cengkeh merupakan tanaman endemik Provinsi Maluku, terlebih di kepulauan Banda.

Selain di Indonesia, pohon ini juga tumbuh subur di Madagaskar dan udah dibudidayakan juga di Zanzibar, India dan Sri Langka.

Kemiri

Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah.

Jenis rempah ini masih sekerabat bersama singkong dan juga didalam keluarga kastub kastuban (Euphorbiaceae).

Dalam perdagangan antarnegara, kimiri dikenal sebagai candleberry, indian walnut, atau candlenut. Pohonnya disebut sebagai vanish tree atau kukui nut tree.

Minyak yang diekstrak dari bijinya berfaedah didalam berbagai industri misalnya: pada industri cat sebagai bahan campuran, pada industri kesehatan sebagai campuran penyubur rambut atau bahan pelembap kulit.

Di Indonesia sendiri, tempat penghasil kemiri terbanyak terletak di Provinsi NTT.

Harga kemiri kupas dihargai kira-kira 40 ribu perkilogramnya. Namun jika udah diolah, menjadi minyak kemiri maka harga jualnya melonjak menjadi Rp 700 ribu perkilogramnya.

Kemukus

Kemukus (Piper cubeba) merupakan tanaman yang tergolong keluarga sirih sirihan (Piperaceae), yang ditanam untuk diambil alih buah dan minyak atsirinya.

Tanaman endemik Jawa dan Sumatera ini amat tenar di dunia sebagai Java pepper atau lada jawa untuk digunakan sebagai rempah bernama black pepper.

Buah kemukus biasanya dipanen sebelum saat masak kemudian dikeringkan.

Kemukus kerap dijual didalam bentuk buah kering yang masih punyai tangkai, agar kerap disebut sebagai merica berekor (tailed pepper).

Biji kemukus berwarna putih kusam, keras dan berminyak. Kegunaan mutlak kemukus adalah sebagai penyedap makanan dan sebagai sumber minyak atsiri.

Kemukus biasanya digunakan untuk bahan utama kosmetik, farmasi, obat-obatan, makanan dan parfum. Karena manfaatnya banyak, jenis rempah ini banyak di ekspor terlihat negeri seperti ke Eropa, Jepang, dan negara lainnya.

Di didalam negeri harganya kisaran 40 ribu perkilogram, tetapi jika udah masuk pasar ekspor harganya berulang-kali lipat, bahkan dijual didalam bentuk minyak atau bubuk.

Kayu manis

Kayu manis (Cinnamomum verum) merupakan jenis rempah yang amat beraroma, manis dan pedas.

Tanaman ini juga keluarga kamfer-kamferan (Lauraceae) yang banyak digunakan didalam bidang kuliner, kalau makanan yang dibakar dan minuman panas.

Rempah eksotis ini diperoleh dari kulit pohon kayu manis yang prosesnya dikeringkan. Rempah ini biasanya dijual didalam bentuk gulungan atau bubuk.

Di didalam negeri harganya hingga 70 ribu perkilogram dan membengkak jika diekspor ke luar negeri.

Kayu manis juga juga keliru satu bumbu masakan tertua yang digunakan manusia.

Setidaknya, bumbu ini udah digunakan pada peradaban Mesir kuno kira-kira 5000 tahun yang selanjutnya dan sempat disinggung didalam lebih dari satu Al Kitab.

Dari segi kesehatan, kayu manis kerap dijadikan obat tradisional sebagai suplemen makanan dan penangkal berbagai penyakit.

Penggunaan dapat amat berfaedah jika dicampur madu, mampu menyembuhkan penyakit radang sendi, gangguan kulit, jantung dan perut kembung.

Kapulaga

Kapulaga merupakan jenis rempah yang dihasilkan dari lebih dari satu tanaman bergenus Amomum dan Elettaria didalam keluarga jahe jahean (Zingiberaceae).

Kedua genus tanaman ini merupakan tumbuhan endemik lebih dari satu negara Asia selatan dan tenggara, seperti Indonesia, India, Bangladesh, Bhutan, Nepal dan Pakistan.

Biasanya kapulaga digunakan untuk tambahan penyedap rasa, obat tradisional dan industri manufaktur lainnya.

Harga kapulaga di didalam negeri berkisar 45 ribu/kg rupiah saja, tetapi pas di menjual ke luar negeri harga kapulaga mampu capai 400 ribu rupiah perkilogramnya.

Biji kapulaga bersifat biji polong kecil, berpenampang irisan segitiga dan bersifat gelendong kumparan bersama kulit luar yang tipis dan bijinya berwarna hitam kecil.

Di Indonesia, jenis rempah ini ada dua macam, yakni kapulaga jawa (Amomum compactum) dan kapulaga india (Elettaria cardamomum).

Perlu diketahui, pas ini kapulaga tergolong rempah termahal ketiga di dunia, sesudah saffron dan vanilla.

Pala

Pala (Myristica fragrans) merupakan pohon dari keluarga Myristiceae yang tumbuh subur di kepulauan Banda, Maluku.

Pada zamannya, jenis rempah ini punyai nilai komoditi memadai tinggi sejak jaman kerajaan Romawi. Pala juga disebutkan didalam ensiklopedia karya Plinius (penulis, pengamat, filsuf serta komandan armada darat kekaisaran Romawi)

Sebelum dipasarkan, biji dijemur hingga kering sesudah dipisah dari fulinya (cangkang terluar pala). Pengeringan ini memakan pas enam hingga delapan minggu (dijemur secara tradisional).

Bagian didalam biji dapat berkurang didalam proses ini dan dapat terdengar kalau biji digoyangkan. Cangkang biji terdalam dapat pecah dan bagian didalam biji dijual sebagai pala.

Jenis rempah ini mempunyai kandungan minyak atsiri 7-14%. Minyak ini dipakai sebagai campuran minyak wangi atau sabun.

Sedangkan pala didalam bentuk bubuk kerap dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran dan minuman penyegar (misalnya Eggnog, minuman manis khas Eropa).

Selain itu, tanaman pala kaya dapat manfaat, diantaranya buah pala yang terdiri dari kulitnya mampu dijadikan bahan tambahan obat pengusir nyamuk;

dagingnya yang mempunyai kandungan banyak nutrisi mampu dijadikan bahan basic pembuatan berbagai jenis makanan dan minuman seperti manisan, sirup dan permen;

biji, fuli dan daunnya kerap dijadikan sebagai bahan utama pembuatan minyak atsiri.

Pala yang dihasilkan Indonesia terbilang paling baik di dunia. Pala diekspor ke berbagai negara sebagai bahan industri kosmetik, kesehatan dan makanan. Sekarang, tempat penghasil pala terbesar berada di Sulawesi utara dan Aceh selatan. Harga perkilogramnya mampu capai 110 ribu rupiah.

Vanili

Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman dari keluarga anggrek-anggrekan (Orchidaceae) yang diambil alih buahnya untuk dijadikan bubuk vanili. Bubuk ini biasa dijadikan pengharum berbagai jenis makanan dan minuman.

Secara umum, ada tiga jenis rempah vanilla yang pas ini dibudidayakan di semua dunia,

  • Vanilla planifolia, merupakan vanila yang tumbuh subur di kawasan tropis seperti Madagaskar, Reunion, dan kawasan samudera Hindia,
  • Vanilla tahitensis, merupakan vanila yang tumbu subur di kawasan pasifik selatan, dan
  • Vanilla pompona, merupakan vanila yang tumbuh subur di Amerika tengah, Amerika latin dan samudra Hindia bagian barat.

Walaupun tanaman vanilla pertama kali ditemukan di Meksiko, tetapi Indonesia sendiri turut membudidayakan jenis rempah yang tergolong mahal ini.

Di didalam negeri, harga vanila berkisar 650 ribu rupiah perkilogramnya, tetapi untuk pasar ekspor bersama vanilla mutu terbaik, dibanderol kira-kira 9,8 juta per kilogramnya.

Lada

Lada atau dikenal sebagai merica (Piper nigrum), merupakan tanaman yang kaya dapat persentase kimia bermanfaat, dan bersifat sedikit pahit, pedas, hangat dan antipiretik (dapat menurunkan panas).

Sebelum Belanda menempati Nusantara, Jenis rempah ini udah mulai diperjual belikan sejak ratusan tahun yang lalu.

Lada asal Indonesia banyak peminatnya, dan sebelum saat perang dunia ke dua meletus, menguasai 80% pangsa dunia. Namun seiring permintaan pasar yang memadai pesat, pas ini Indonesia hanya mampu mencukupi 13% permintaan dunia.

Di Indonesia, terdapat kurang lebih 40 spesies tanaman lada, kalau di pulau sumatera yang banyak ditanam berjenis: Belantung, kerinci Lampung daun kecil (LDK), lampung daun lebar (LDL), Merapin, Chunuk dan Jambi; di pulau kalimantan berjenis: bengkayang; di jawa LDK dan LDL, dan lain sebagainya.

Andaliman

Andaliman merupakan bumbu masak khas Asia yang berasal dari kulit luar buah lebih dari satu tumbuhan dari keluarga jeruk-jerukan (Rutaceae).

Jenis rempah ini mampu dijumpai didalam kuliner Batak, agar orang di luar tempat mengenalnya sebagai “merica batak”.

Masakan khas batak seperti arsik dan saksang memerlukan andaliman sebagai bumbu yang tak tergantikan.

Andaliman punyai aroma seperti buah jeruk yang lembut tetapi “mengigit agar mengundang sensasi kelu atau mati rasa di lidah (meskipun tidak sepedas cabai atau lada).

Rasa kelu atau “baal” dilidah ini disebabkan adanya persentase hydroxy-alpha-sanshool pada rempah tersebut.

Selain didalam masakan Batak, penggunaan andaliman dipergunakan didalam masakan di lebih dari satu Asia timur dan selatan, seperti India.

Cabai

Cabai merupakan buah dari tumbuhan berbunga yang berada didalam keluarga terong-terongan (Solanaceae). Cabai mampu digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu masak, terkait bagaimana digunakan.

Sebagai bumbu, cabai digunakan untuk memberi rasa pedas pada sejumlah masakan di Nusantara, sedang sebagai sayuran, kalau cabai digunakan sebagai “bahan makanan pokok ke-10” pada masakan padang.

Rasa pedas pada cabai diakarenakan persentase senyawa capsaicin, yakni komponen senyawa aktif dari cabai, yang merupakan tanaman dari jenis Capsicium.

Zat ini menyebabkan iritasi pada mamalia, juga manusia dan membuahkan sensasi terbakar di jaringan manapun yang bersentuhan dengannya.

Serai

Serai atau sereh (Cymbopogon citratus) adalah tumbuhan yang tergolong keluarga rumput-rumputan (Poaceae), yang kerap dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan.

Selain memberi aroma pada makanan, Jenis rempah ini kerap digunakan sebagai penambah aroma pada lebih dari satu minuman tradisional.

Serai biasa digunakan didalam bentuk batangan (segar), kering atau bubuk. Serai juga mampu digunakan untuk mengusir nyamuk, baik tanamanya atau minyaknya.

Adas

Adas udah lama dikenal sebagai tanaman bumbu sekaligus tumbuhan obat. Sebagai bumbu, adas memberi cita rasa panas dan hangat pada masakan dan sebagai obat, adas digunakan sebagai komponen mutlak didalam pembuatan minyak telon.

Walaupun asal tanaman adas dari laut tengah, sekarang adas banyak ditanaman disejumlah negara, juga Indonesia.

Jenis rempah ini punyai bau yang harum bersama tinggi tanaman kira-kira 50 cm-200 cm, berwarna hijau terang dan tegak.

Ketumbar

Ketumbar (Coriandrum sativum) merupakan jenis rempah yang pertama kali ditemukan di Eropa selatan, tepatnya kira-kira laut kaspia, dan tumbuhannya juga keluarga adas-adasan (Apiaceae).

Dalam perdagangan obat, ketumbar dikenal sebagai fructus coriandri.

Buah ketumbar bersifat kecil, kebanyakan berdiameter 1-2 mm, sama bersama biji lada tetapi lebih kecil dan lebih gelap. Dijual didalam bentuk biji kering atau bubuk.

Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap memanfaatkan bumbu masak ini.

Dengan ketumbar, aroma masakan dapat lebih harum, lembut dan nyata. Supaya tahan lama, biji ketumbar sebaiknya disangrai hingga berwarna kecoklatan, dtumbuk dan disimpan didalam wadah yang tertutup rapat.

Daun salam

Salam tergolong tumbuhan jambu-jambuan (Myrtaceae) yang banyak diambil alih bagian daunnya sebagai rempah-rempah kudu lebih dari satu masakan Nusantara yang berkuah, kalau kari, soto, sayur lodeh, dll.

Daun salam memberikan aroma yang harum dan mampu kurangi bau amis pada makanan berbahan ikan dan seafood.

Jahe

Jenis rempah ini amat tenar dikalangan ibu-ibu rumah tangga, sebab fungsinya yang mampu memberikan efek hangat dan nikmat pada masakan.

Jahe (Zingiber officinale) tergolong tanaman temu-temuan yang bersifat rimpang, jemarinya menggembung dan beruas-ruas.

Karena membawa efek hangat dan melegakan, Jahe banyak digunakan sebagai bahan pembuatan obat-obatan.

Efek hangat yang ditimbulkan jahe disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron. Dalam masakan tradisional, jahe biasa dihaluskan, dicincang atau dipotong seukuran ruas jari tangan dan dipipihkan.