Perbanyak Istighfar

Perbanyak Istighfar – Hati manusia itu diasumsikan sebagai kristal putih bersih yang bercahaya. Namun sejalan berjalannya waktu, kristal yang putih bersih itu dihinggapi oleh debu-debu hitam. Begitu pula hati manusia yang tadinya putih bersih. Seiring berjalannya waktu, manusia kadang waktu lakukan perbuatan dosa, baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Untuk membersihkan dosa-dosa itu supaya hatinya selamanya bersih, maka manusia haruslah memohon ampun kepada Allah.

Allah SWT selamanya menambahkan solusi terhadap setiap masalah yang dialami oleh makhluknya. Hanya saja kerap kali manusia lalai untuk mengingat Tuhannya. Banyak manusia terlena bersama keadaannya. Baik itu waktu di dalam suasana terbaiknya maupun di dalam suasana terburuk sekalipun. Padahal, apa yang dialami manusia itu semua semata adalah ujian yang diberikan oleh Tuhan supaya mereka mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

Saat di dalam suasana terbaiknya, manusia seringkali lalai mengucap syukur. Serta di dalam keterpurukannya, manusia juga banyak yang lupa untuk meminta ampunan kepada Tuhannya.

Istighfar bermakna meminta maghfirah berasal dari Allah. Maghfirah berasal berasal dari kata ghafara yang maknanya menutupi dan memaafkan. Artinya, disaat seseorang Perbanyak Istighfar, ia minta kepada Allah supaya dosanya ditutupi supaya tidak ada orang lain yang mengetahuinya, sekaligus dimaafkan supaya terbebas berasal dari sanksi.

Kata istighfar kerap digunakan di dalam pengertian taubat. Keduanya sama-sama punyai pengertian lagi kepada Allah dan harapan supaya Allah menghilangkan apa-apa yang tidak baik. Hanya saja, istighfar berupa permintaan lisan seorang hamba, namun taubat berupa usahanya.

Ketika lafazh istighfar disebutkan secara independen, ia juga bermakna taubat. Namun waktu disebutkan secara beriringan (seperti di dalam QS. Hud: 3 dan 52), masing-masing punyai makna lebih spesifik. Sebab di dalam Perbanyak Istighfar terkandung permintaan supaya Allah menjaga kita berasal dari kejahatan yang telah lantas akibat dosa-dosa kita. Sedangkan taubat bermakna lagi kepada Allah dan minta dilindungi berasal dari kejahatan yang bakal singgah akibat dosa-dosanya.

Allah memerintahkan kepada manusia untuk selamanya Perbanyak Istighfar tak mengenal waktu dan tempat. Selagi ia sempat dan ingat kepada Allah maka direkomendasi untuk mampu beristighfar kepada-Nya.

Istighfar mampu dilafalkan sebelum akan dan sesudah shalat atau juga di akhir malam. Hal inilah yang dikerjakan oleh orang-orang yang bertakwa, “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir malam mereka beristighfar (memohon ampun) kepada Allah.” (QS Adz Dzaariyat [51]: 17-18)

Lantas, berapakah semestinya seseorang melafalkan istighfar di dalam sehari? Rasulullah mencontohkan kepada umatnya untuk mampu beristighfar sebanyak tujuh puluh kali di dalam sehari. Beliau berucap, “Sesungguhnya, aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya sebanyak tujuh puluh kali di dalam sehari.” (HR Bukhari)

Tak hanya itu, lebih-lebih beliau Perbanyak Istighfar bersama lengkap sebagai bentuk kesyukurannya kepada Allah SWT, walaupun secara khusus beliau adalah orang yang ma’sum (terbebas berasal dari salah dan dosa). Dalam salah satu hadisnya Rasulullah menyebutkan, “Ya Allah, ampunilah bagiku dosa-dosaku yang telah lantas dan bakal datang, yang tersembunyi dan tampak, dan apa yang Engkau lebih ketahui dariku. Engkau-lah Zat yang Mahapendahulu dan Zat yang Mahapengakhir. Dan, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR Bukhari)

Rabiah Adawiyah, wanita sufi di dalam sejarah Islam mempertegas di dalam ucapannya, “Istighfar kita kepada Allah perlu istighfar yang banyak.” Dengan memperbanyak istighfar, tidak cuman sebagai sarana mengingat kepada Allah sang Mahapencipta juga untuk memohon ampun kepada-Nya; mampu mengingatkan hakikat diri sebagai makhluk-Nya yang lemah, tiada terlepas berasal dari salah dan dosa; menambahkan jalur keluar berasal dari segala bentuk ada masalah dan kesempitan; dan mendapatkan rezeki berasal dari jalur yang tidak disangka-sangka.

Hukum istighfar

Hukum asal istighfar adalah sunnah, sebab alasan beristighfar tidak perlu sebab dosa. Sebagaimana praktik Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang beristighfar lebih berasal dari 70 kali di dalam sehari, padahal beliau tidak punyai dosa sama sekali. Kendatipun demikian, istighfar mampu jadi perlu hukumnya, layaknya istighfar akibat maksiat. Atau lebih-lebih haram hukumnya, layaknya memintakan ampunan bagi orang kafir. Dalilnya, sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Aku pernah minta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, tapi Allah tidak mengizinkan” (HR. Muslim No. 1627).

Lafazh istighfar

Istighfar mampu dikerjakan bersama berbagai lafazh. Dengan mengatakan astaghfirullah. Atau astaghfirullaaha wa atuubu ilaih. Atau yang lebih afdhal:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّومُ، وَأَتُوبُ إِلَيهِ

“Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada ilah melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi selamanya mengurus makhluk-Nya. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Keutamaan Perbanyak Istighfar

Allah Akan Memberi Jalan Keluar Untuk Setiap Kesedihan
Pertama, Allah bakal berikan jalur keluar untuk setiap rasa sedih apabila hamba-Nya beristighfar. Pasalnya, beristighfar merupakan salah satu bentuk tobat yang mampu dikerjakan manusia terhadap Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Selain itu, beristighfar dan bertobat merupakan salah satu metode untuk menentramkan jiwa dan menghilangkan kesedihan.

Mengganti Kesempitan Menjadi Kelapangan
Kedua, Allah bakal mengganti kesempitan jadi kelapangan apabila hamba-Nya sudi beristighfar. Sebab waktu seorang hamba bertaubat, maka jarak pada Allah bersama hamba-Nya bakal tambah dekat. Selain itu, bagi hamba yang selamanya membersihkan jiwanya berasal dari noda dosa, ia bakal selamanya diberikan kelapangan dan kemudahan di dalam hidup.

Memberi Rezeki Dari Arah yang Tiada Disangka-Sangka
Kemudian keajaiban yang ketiga, beristighfar bakal menyebabkan rezeki singgah berasal dari arah yang tak disangka-sangka. Min haitsu laa yagtasib, rezeki berasal dari arah yang tak disangka-sangka. Itulah janji Allah yang amat menentramkan hati bagi para hamba-Nya yang gemar beristighfar. Memang bagi akal pikiran manusia, perihal selanjutnya nampaknya nyaris mustahil. Namun bagi Allah, akal manusia sangatlah terbatas namun kehendak Allah tiada batas.

Oleh sebab itu, hendaknya umat Islam selamanya memperbanyak istighfar kepada Allah. Sebab istighfar mampu menghilangkan kesedihan, menghilangkan kesulitan, mendatangkan rezeki berasal dari arah yang tak diduga-duga, dan lebih-lebih jalur terkabulnya doa. Tak hanya itu, Allah pun lebih-lebih bakal tambah dekat bersama hamba-hamba-Nya yang gemar beristighfar. Dan percayalah bahwa keajaiban Allah itu nyata adanya.