Pengertian HAM

Pengertian HAM – Hak Asasi Manusia atau HAM adalah hak basic yang dimiliki tiap-tiap manusia di seluruh dunia. Hak ini terlihat sejak manusia itu terlahir dan hidup di dunia. HAM menempel di diri manusia. Hak manusia tidak tergantung terhadap pemberian orang lain, masyarakat, bahkan negara. Bisa dikatakan hak manusia tercipta berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Manusia terlahir bersama martabat tinggi, memiliki akal dan pikiran, berkedudukan lebih tinggi dibanding ciptaan lain seperti hewan dan tumbuhan. Oleh sebab itu hak bersifat universal, yang artinya berlaku di mana saja, kepada atau untuk siapa saja, dan tidak sanggup diambil oleh orang lain.

Dasar-dasar HAM tertuang di dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat atau Declaration of Independence of USA dan juga yang dicantumkan di dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti yang terdapat terhadap pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 31 ayat 1, dan juga pasal 30 ayat 1.

Secara harfiah hak asasi manusia (HAM) sanggup dimaknakan sebagai hak-hak yang dimiliki seseorang sebab keberadaannya sebagai manusia. Hak-hak ini bersumber berasal dari pemikiran ethical manusia dan dibutuhkan untuk melindungi harkat dan martabat suatu individu sebagai seorang manusia. Dengan kata lain, Pengertian HAM secara lazim sanggup disimpulkan sebagai hak-hak yang menempel terhadap diri segenap manusia agar mereka diakui keberadaannya tanpa membedakan seks, ras, warna kulit, bahasa, agama, politik, kewarganegaraan, kekayaan, dan kelahiran.

Sacara formal konsep perihal Hak Asasi Manusia lahir terhadap tanggal 10 Desember 1948, ketika PBB memproklamirkan Deklarasi Universal HAM. Yang didalamnya memuat 30 pasal, yang kesemuanya memaparkan perihal hak dan kewajiban umat manusia.

Secara eksplisit, Pengertian HAM adalah suatu yang menempel terhadap manusia, yang tanpanya manusia kemungkinannya sangat kecil sanggup hidup sebagai manusia, sifatnya tidak sanggup dihilangkan atau dikurangi oleh siapapun.

Adapun isikan di dalam mukadimah Deklarasi Unuversal perihal HAM oleh PBB adalah:

  1. pengakuan atas martabat dan hak-hak yang mirip bagi seluruh bagian keluarga, kemanusiaan dan keadilan didunia.
  2. mengabaikan dan lihat rendah hak asai manusia akan mengakibatkan perbuatan yang tidak sesuai bersama hati nurani umat manusia.
  3. hak – hak manusia wajib dilindungi oleh ketentuan hukum
  4. persahabatan antara Negara-negara wajib dianjurkan
  5. memberikan hak-hak yang mirip baik laki-laki maupun perempuan
  6. memberi penghargaan terhadap pelaksanaan hak-hak manusia dan kebebasan asa umat manusia
  7. melaksanakan hak-hak dan kebebasan secara pas dan benar.

Sedangkan merujuk terhadap laman formal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, HAM di Indonesia dinilai universal sudah dimuat di dalam Konstitusi RI (Republik Indonesia). Baik terhadap pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 ataupun terhadap batang tubuh UUD 1945 dan dipertegas di dalam amandemen UUD 1945.

Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 perihal HAM sebagai bentuk tanggung jawab ethical dan hukum Indonesia sebagai bagian PBB di dalam penghormatan dan pelaksanaan Deklarasi Universal HAM/Universal Declaration on Human Rights (UDHR) th. 1948. Serta berbagai instrumen HAM lainnya perihal HAM yang sudah di terima Indonesia.

Pengertian HAM

1. HAM menurut John Locke.

Dilansir berasal dari unlhumanrights.org John Locke menambahkan pandangan perihal cii-ciri alami manusia. Menurutnya, manusia secara alaminya di dalam suasana tanpa politik (apolitical). Di mana hak alamiah ini wajib dilindungi oleh pemerintah.

Pengertian HAM menurut John Locke ialah hak manusia yang segera diberikan Tuhan sebagai hak yang kodrati. Tidak ada kapabilitas di dunia ini yang sanggup mencabutnya. Memiliki cii-ciri suci dan mendasar.

2. HAM Menurut Jan Materson.

Jan Materson merupakan keliru satu bagian komisi HAM di PBB. Menurutnya Pengertian HAM ialah hak yang ada terhadap tiap-tiap manusia. Tanpa HAM, manusia kemungkinannya sangat kecil sanggup hidup sebagai selayaknya manusia.

3. HAM menurut Wolhoff.

Dikutip berasal dari buku Hukum Hak Asasi Manusia karangan Dr. A. Widiada Gunakaya S.A., S.H., M.H. Wolhoff mengutarakan jika HAM merupakan sejumlah hak yang seolah berakar di dalam tiap-tiap oknum atau individu. Hal itu terlihat sebab kemanusiaannya. HAM tidak sanggup dicabut oleh siapa pun. Apabila HAM dicabut, maka hilang sudah kemanusiaannya.

4. HAM menurut Miriam Budiarjo.

Miriam Budiarjo merupakan pakar ilmu politik Indonesia. Dia juga mantan bagian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Menurutnya Pengertian HAM adalah hak yang dimiliki tiap-tiap orang sejak lahir. Bersifat universal, dimiliki tanpa adanya perbedaan. Entah itu type kelamin, suku, agama, ras, dan lain sebagai.

5. HAM menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto.

Mengacu terhadap isikan Declaration deL’Homme er du Citoyen, Pengertian HAM adalah hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya. Tidak sanggup dipisah berasal dari hakikatnya, sebab HAM bersifat suci.

6. HAM menurut undang-undang.

Secara yuridis, menurut Pasal 1 butir UU nomer 39 th. 1999, HAM adalah seperangkat hak yang menempel terhadap diri manusia sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan tiap-tiap orang demi kehormatan dan juga pemberian harkat dan martabat manusia.

Ciri-Ciri Hak Asasi Manusia (HAM)

Dirangkum berasal dari buku Pendidikan Filsafat Pancasila dan Kewarganegaraan karangan Gianto, Hak Asasi Manusia memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

1. HAM bersifat hakiki, dimiliki tiap-tiap orang. Ada sejak manusia lahir.
2. Bersifat universal, berlaku di manapun, untuk siapapun dan tidak lihat wilayah, ras dan juga agama.
3. Bersifat tetap, tidak sanggup dicabut.
4. Bersifat utuh tidak sanggup dipisah-pisahkan atau dikelompokkan cuma untuk golongan tertentu.

Macam-macam HAM dan contohnya

Menurut buku Pendidikan Kewarganegaraan Kecakapan Berbangsa dan Bernegara untuk kelas VII, karangan Aa Nurdiman, HAM dibagi jadi lebih dari satu macam. Berikut penjelasannya.

1. Hak asasi pribadi, yaitu hak atas jaminan kebebasan memeluk agama sesuai bersama keyakinan tiap-tiap individu, menyampaikan pendapat, dan hak kemerdekaan berserikat atau berorganisasi.
2. Hak asasi ekonomi, kebebasan memiliki, membeli, dan menjual suatu hal dan juga hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak.
3. Hak asasi mendapat pengayoman dan perlakuan yang mirip di dalam keadilan dan hukum pemerintah.
4. Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan dan pemberian hukum, mendapatkan perlakuan yang adil dan lumrah sesuai bersama UUD. Terutama berkaitan penggeledahan, penangkapan, dan proses pengadilan lainnya.
5. Hak asasi politik, pernyataan persamaan derajat sebagai warga negara. Setiap warga negara yang sudah memenuhi persyaratan, berhak untuk dipilih atau pilih di dalam proses pemilihan umum. Hal mendirikan atau masuk keanggotaan partai politik.
6. Hak asasi sosial dan budaya, hak mendapatkan pengajaran dan mengembangkan budaya.