Pahala Haji Dan Umroh

Pahala Haji Dan Umroh – Berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah Haji dan Umrah adalah dambaan umat Islam. Selain bagian dari rukun Islam kelima, haji merupakan kewajiban yang terlampau berpahala. Sayangnya tidak semua umat Muslim dapat berangkat melaksanakannya. Bahkan, tersedia saja halangan yang membuat Haji dan Umrah tertunda. Nah, amalan yang setara dengan Pahala Haji Dan Umroh ini dapat sedikit menenangkannya.

Islam senantiasa memudahkan, layaknya Islam memudahkan untuk mendapat Pahala Haji Dan Umroh tanpa kudu ke Baitullah. Bahkan, amalan yang Pahala Haji Dan Umroh ini termasuk tidak sesulit yang dibayangkan. Kebanyakan umat Muslim telah sering sekali mengamalkannya.

Meski tersedia amalan yang pahalanya setara Haji dan Umrah, umat Muslim senantiasa kudu punya niat ke Baitullah. Benar-benar menginjakkan kaki di tempat tinggal Allah. Mengunjungi makan Rasulullah, akan lebih membuatmu makin bertaqwa kepada Allah SWT.

Amalan Setara Dengan Pahala Haji Dan Umroh

Wudu/Suci Ketika Menuju Masjid

Amalan yang Pahala Haji Dan Umroh yakni saat umat Muslim menuju masjid di dalam situasi suci. Suci dari hadas kecil dan suci dari hadas besar. Termasuk bagi mereka yang telah berwudu sebelum berangkat salat berjemaah di masjid.

Begitu termasuk bagi mereka yang hendak salat sunnah di masjid dan menuntut ilmu di masjid. Amalan ini dapat termasuk bermakna saat menuntut ilmu selain di masjid. Sebab, kala zaman Rasulullah SAW, masjid adalah daerah bagi umat menuntut Ilmu.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلاَةٌ عَلَى أَثَرِ صَلاَةٍ لاَ لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِى عِلِّيِّينَ

“Barangsiapa keluar dari rumahnya di dalam situasi bersuci menuju salat wajib, maka pahalanya layaknya pahala orang yang berhaji. Barangsiapa keluar untuk salat Sunnah Duha, yang dia tidak melakukannya kecuali sebab itu, maka pahalanya layaknya pahala orang yang berumrah.” (HR Abu Daud).

Salat Fardu Berjemaah di Masjid

Ternyata laksanakan salat fardu lima kala berjemaah di masjid termasuk amalan yang Pahala Haji Dan Umroh. Amalan ini terlampau dapat mendekatkan seorang hamba kepada Tuhannya. Memakmurkan masjid dengan tetap mengusahakan mendatanginya. Selain setara dengan pahala Haji dan Umrah, senantiasa salat fardu berjemaah di masjid termasuk begitu berlimpah pahalanya.

Ada dua hadits Rasulullah yang dapat menguatkannya, yakni:

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ فِي الجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَ مَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةٍ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ نَافِلَةٍ

“Siapa yang terjadi menuju salat kudu berjemaah, maka ia layaknya berhaji. Siapa yang terjadi menuju salat sunnah, maka ia layaknya laksanakan umrah yang sunnah.” (HR. Ath-Thabrani)

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلاَةٌ عَلَى أَثَرِ صَلاَةٍ لاَ لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِى عِلِّيِّينَ

“Barangsiapa keluar dari rumahnya di dalam situasi bersuci menuju salat wajib, maka pahalanya layaknya pahala orang yang berhaji. Barangsiapa keluar untuk salat Sunnah Duha, yang dia tidak melakukannya kecuali sebab itu, maka pahalanya layaknya pahala orang yang berumrah. Dan (melakukan) salat setelah shalat lainnya, tidak laksanakan perkara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya ditulis di ‘illiyyin (kitab catatan amal orang-orang salih).” (HR. Abu Daud)

Salat Isyraq

Salat Isyraq termasuk amalan yang pahalanya setara ibadah Haji dan Umrah. Amalan salat ini di awali dengan salat Subuh berjemaah di masjid. Setelah itu, disarankan untuk senantiasa berzikir di di dalam masjid sampai kala salat Duha tiba. Tepatnya saat matahari telah terbit. Terakhir dirikanlah salat Duha di awal waktu.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang mengerjakan salat Subuh dengan berjemaah di masjid, lantas dia senantiasa berdiam di masjid sampai laksanakan salat Sunnah Duha, maka ia layaknya mendapat pahala orang yang berhaji atau berumrah secara sempurna.” (HR. Ath-Thabrani)

Salat Sunnah di Masjid

Melaksanakan salat sunnah di masjid semata sebab Allah SWT termasuk amalan yang pahalanya setara ibadah Umrah. Jika di dalam hadits hanya dijelaskan laksanakan salat Duha, sebenarnya salat sunnah lain termasuk lebih baik didirikan.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلاَةٌ عَلَى أَثَرِ صَلاَةٍ لاَ لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِى عِلِّيِّينَ

“Barangsiapa keluar dari rumahnya di dalam situasi bersuci menuju salat wajib, maka pahalanya layaknya pahala orang yang berhaji. Barangsiapa keluar untuk salat Sunnah Duha, yang dia tidak melakukannya kecuali sebab itu, maka pahalanya layaknya pahala orang yang berumrah.” (HR Abu Daud).

Menuntut Ilmu

Ilustrasi Membaca Al Qur’an Credit: freepik.com
Menuntut ilmu atau menghadiri majelis ilmu termasuk bagian dari amalan yang pahalanya setara ibadah Haji. Apalagi kecuali obyek menuntut ilmunya tentang ilmu yang telah pasti bermanfaat. Serta tujuannya untuk bekal ilmu di dunia dan di akhirat.

Pada zaman Rasulullah SAW daerah paling baik menuntut ilmu adalah di masjid. Sebab, sekolah termasuk tetap ditunaikan di masjid. Berbeda dengan situasi umat sekarang, telah tersedia sekolah. Namun, menuntut ilmu di masjid termasuk akan terlampau disarankan kecuali dapat dilakukan.

Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia dambakan semata-mata untuk studi kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan meraih pahala Haji yang prima Hajinya.” (HR. Ath-Thabrani)

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Rasulullah SAW terlampau memberi saran umatnya untuk senantiasa berbakti kepada ke-2 orang tua. Berbuat baik kepada ke-2 orang tua bahkan termasuk amalan yang pahalanya setara Haji dan Umrah. Amalan ini akan makin besar nilai pahalanya kecuali dimaksimalkan saat orang tua tetap hidup di dunia.

Meski sebenarnya saat orang tua telah tidak tersedia di dunia, dapat dengan tetap mendoakan kebaikan untuk mereka. Kemudian mencukupi janji mereka, senantiasa menjalin silaturahmi dengan keluarga, memuliakan rekan mereka, dan bersedekah atas nama mereka.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia bicara kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنِّي أَشْتَهِي الْجِهَادَ وَلا أَقْدِرُ عَلَيْهِ ، قَالَ : هَلْ بَقِيَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ ؟ قَالَ : أُمِّي ، قَالَ : فَأَبْلِ اللَّهَ فِي بِرِّهَا ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ ، وَمُعْتَمِرٌ ، وَمُجَاهِدٌ ، فَإِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ فَاتَّقِ اللَّهَ وَبِرَّهَا

“Ada seseorang yang datang ke Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia terlampau dambakan pergi berjihad tetapi tidak mampu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya apakah salah satu dari ke-2 orang tuanya tetap hidup. Ia jawab, ibunya tetap hidup. Rasul pun bicara padanya, “Bertakwalah terhadap Allah dengan berbuat baik terhadap ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah layaknya berhaji, berumrah dan berjihad.” (HR. Ath-Thabrani)