Lobster Hias dan Cara Merawatnya

Lobster Hias – Selama ini banyak dikenal udang dan lobster yang diperjualbelikan di pasaran untuk keperluan konsumsi. Namun, Zulfikri (43) warga Desa Kebonsari, Kecamatan Candi sukses membudidayakan lobster dan udang hias air tawar yang banyak diminati pengagum ikan hias akuarium. Dari hasil ketekunannya ini, peternak selanjutnya dapat menghasilkan jutaan rupiah per-bulannya.

Zulfikri menceritakan awal ketertarikan pelihara udang dan lobster hias berawal berasal dari lima tahun lalu. Keindahan bentuk dan warna udang dan juga hasil yang menjanjikan membuat Zulfikri tertarik menekuni budidaya yang jarang dijalankan orang ini.

“Lobster dan udang hias air tawar ini sebetulnya menarik. Warnanya merah menyala dan bersama dengan bentuk yang unik membuatnya jadi idola pengagum hewan air tawar” ujar ayah empat anak ini. Tak heran, udang hias punya Zulfikri jadi salah satu favorit penghobi ikan hias untuk dijadikan pelengkap akuarium mereka.

Zulfikri punya dua jenis lobster hias yang banyak diminati yaitu Red Claw dan Red Marlboro. Jenis Red Claw punya ciri badan hitam bersama dengan supit merah. Jenis ini tak sekedar untuk ternak hias termasuk dapat dikonsumsi sebagai masakan sebab beratnya dapat raih satu kilogram lebih.

Sedangkan jenis Red Marlboro warnanya tubuhnya merah dan tidak dapat dikonsumsi. “Saya hanya punya dua jenis yaitu red claw dan red Marlboro saja, sebab yang paling banyak dicari ya dua jenis itu,” kata Zulfikri di rumahnya, Desa Kebonsari, Kecamatan Candi

Menurut dia, pelihara udang dan lobster hias terlampau mudah. “Kondisi air pada budidaya lobster ini terlampau diperhatikan sebab lobster mudah stres atau lebih-lebih jadi agresif kalau suhu atau takaran mineral yang berada di didalam air berubah. Suhu didalam air mesti dijaga agar selamanya pada 20 sampai 22 derajat celcius” jelasnya.

Setelah mengecek keadaan air, Zulfikri sesudah itu bersihkan hama yang jadi musuh utama anakan lobster dan udang hias. Di antaranya, katak dan kecebong. Setelah itu baru lah berikan makan lobster dan udang hias selanjutnya bersama dengan memanfaatkan pakan pelet ataupun kupang mentah.

Pemberian pakan ini termasuk patut diperhatikan sebab kalau pakan tidak habis didalam sehari sisa pakan bakal jadi amonia yang dapat membuat lobster selanjutnya mabuk lebih-lebih mati. “Pemberian pakan tidak usah banyak-banyak asal lumayan sebab kalau tidak habis sisa makanan dapat jadi racun bagi lobster dan udang,” terang Fikri.

Di kala ramai, permintaan didalam satu bulan dia dapat mengirim 4 sampai 5 kali yang berjumlah seribu ekor didalam tiap-tiap pengiriman. Harga di pasaran, kala ini 1 ekor lobster raih Rp 10 ribu. Sedangkan udang hias seharga Rp 5 sampai 100 ribu per ekor.

Selain rutin mengirim ke pasar ikan, tak jarang para customer berkunjung segera ke rumah. Biasanya customer yang segera berkunjung kerumah yaitu para peternak pemula yang mengidamkan coba budidaya lobster dan udang hias air tawar. Untuk indukan dijual satu paket yaitu 2 pejantan dan 5 betina umur 3 sampai 5 bulan seharga Rp 300 ribu. “Alhamdulillah kalau ulang ramai dapat dapat duwit lumayan, dulu satu bulan dapat mendapatkan Rp 3 sampai 4 juta,” imbuhnya.

LOBSTER air tawar dapat dikelompokan sebagai mengonsumsi maupun hias. Jenis lobster merah termasuk yang lumayan favorit untuk dijadikan satwa hias, kalau diletakkan di kolam taman, akuarium atau wadah-wadah lain.

Guna membudidayakan lobster hias merah pun tak rumit, agar warga kawasan Jalan Magelang Mlati Sleman, Sugiyono bahagia membudidayakan lobster merah. Hasil berasal dari budidaya lobster merah banyak dijual sendiri layaknya keliling di dekat sekolah dan juga pasar-pasar. Ada pula yang dititipkan di beberapa kios ikan hias.

“Alhamdulillah, peminat lobster hias merah berkunjung berasal dari beragam kalangan, menjadi berasal dari anak-anak TK sampai orang dewasa bahagia pelihara satwa hias berasal dari keluarga udang-udangan ini,” ungkap Giyono, baru-baru ini.

Ditemui kala berjualan di timur Pasar Bonagung Minggir, ayah berasal dari tiga anak ini menegaskan, bahagia membudidayakan dan menjajakan lobster hias merah sebab peminatnya lumayan banyak. Hal serupa termasuk berlaku untuk ikan hias jenis cupang atau sering disebut beta. Dia sendiri termasuk telah dapat membudidayakan atau memijahkan cupang, tak mesti kulakan untuk dijual sendiri.

“Untuk membudidayakan jenis lobster ini sebaiknya umur telah di atas empat bulan. Yang jenis jantan pada anggota perut layaknya ada titik pusar, kalau betina tidak ada,” urainya.

Selain jenis pasangan satu jantan dan satu betina, lanjut Giyono, didalam mengawinkan lobster dapat termasuk bersama dengan menggabungkan lima betina dan tiga jantan lobster. Tempat mengawinkan atau memijahkan dapat di bak kolam, kolam terpal maupun akuarium. Tempat pemijahan mesti rutin dicek tiap-tiap hari dan jika menyaksikan telur-telur mengampung di permukaan air segera diambil, selanjutnya diletakkan di tempat berbeda.

“Kalau yang jenis satu jantan dan satu betina, dapat termasuk lobsternya yang diambil dan telurnya dibiarkan sampai menetas atau berubah jadi larva,” paparnya.

Setiap step bertelur, biasanya ada 100-an telur. Telur yang telah berubah jadi larva mesti perawatan sebaik kemungkinan agar tak diserang penyakit dan banyak yang mati. Pembersihan air dijalankan secara rutin, kalau jika air telah menjadi berubah warna dan ada lemak yang mengapung ke atas segera dibersihkan atau mesti penggantian air sekitar separuhnya. Penggantian air dijalankan termasuk seminggu sekali, meski air tetap terlihat bersih.

Ketika anakan lobster hias merah berukuran satu sampai dua centimeter, tempat pemeliharaan mesti diberi aerator dan penyaringnya lengkap. Hal ini bakal menolong kesehatan ikan maupun memelihara mutu air selamanya bagus. Selain itu dapat ditambahkan potongan paralon dan juga tumbuhan air sebagai tempat persembunyian lobster.

“Lobster bersama dengan umur 1,5 sampai dua bulan telah dapat dijualbelikan. Dengan umur ini saya menjualnya biasanya Rp 5.000 perekor. Cara menjualnya tiap-tiap ekor dapat diletakkan di gelas plastik yang ada tutupnya. Bagian tutup diberi lubang, selanjutnya diberi tanaman air jenis mawar apu yang mudah diperoleh di sawah-sawah,” sadar Giyono.

Bingung memilih usaha independen bersama dengan modal kecil tetapi untungkan melimpah? Mengapa tidak coba budidaya lobster? Simak caranya di bawah ini.

Seperti yang telah kami tahu, lahan pekerjaan makin lama sini makin lama sempit.

Kesempatan kami untuk bekerja makin lama mengecil.

Itulah mengapa mengakses usaha independen merupakan pilihan tepat untuk jaman depan yang aman dan terjamin.

Salah satu usaha independen yang sedang naik daun belakangan ini adalah budidaya lobster.

Dengan modal yang tidak semahal yang diperkirakan banyak orang, untungkan yang dapat diraup berasal dari budidaya lobster terlampau besar.

Simak langkah memulai budidayanya di bawah ini.

Panduan Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Proses Pembibitan Lobster Hias

Membedakan Induk Lobster Jantan dan Betina

Ketika memilih bibit lobster, perihal pertama yang mesti diperhatikan adalah membedakan lobster jantan dan betina.

Hal ini terlampau penting sebab biasanya peternak lobster yang baru memulai usaha mereka sering kali belanja gender lobster yang salah agar sistem pembibitan tertunda.

Untuk membedakan lobster jantan dan betina bukan lah perihal yang mudah mengingat ukuran lobster yang kecil.

Pertama, menyimak warna capit lobster.

Bila warna merahnya terlihat lebih banyak dan menyala, itu adalah sinyal lobster jantan, kala capit lobster betina berwarna hitam bersama dengan sedikit corak merah.

Selain itu, ukuran badan lobster betina termasuk lebih besar dibandingkan lobster jantan.

Media Lobster Hias Air Tawar

Untuk budidaya lobster air tawar, peternak tidak diwajibkan untuk membangun sebuah media tertentu.

Medianya dapat beragam, menjadi berasal dari kolam plastik, fiber, semen, sampai tanah.

Agar lebih mudah dan tidak mengeluarkan banyak modal, peternak dianjurkan untuk memilih kolam tanah.

Sebelum meletakan indukan lobster, kolam tanah mesti dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu.

Pastikan ukuran media pembenihan sedikitnya 1 x 0,5 x 25 cm.

Proses Kawin Lobster Hias Jantan dan Betina

Langkah berikutnya didalam budidaya lobster air tawar adalah mengawinkan ke dua induk.

Caranya bersama dengan menggabungkan indukan betina dan jantan di didalam kolam.

Dalam satu media pembenihan dapat dimasuki sekitar 5 lobster betina dan 3 lobster jantan.

Dalam sistem ini, kami mesti sedia kan lebih berasal dari 2 induk jantan sebab induk betina yang bakal memilih pasangannya.

Apabila gagal memilih satu lobster jantan, ia bakal berpindah ke lobster lainnya.

Selanjutnya letakan sekitar delapan pipa paralon bersama dengan diameter 2 inci dan panjang 20 cm.

Tunggu sistem pembuahan dan pembibitan sampai 2 minggu.

Minggu ke-tiga, lobster betina bakal bertelur.

Lobster betina bakal mengeluarkan telur berasal dari lubang pangkal kaki ketiga, selanjutnya turun ke ebdomennya.

Saat sistem ini terjadi, jangan heran jika lobster betina menjauhi lobster jantan sebab mereka kan mebutuhkan ruang untuk bergerak dan bertelur.

Proses Pembesaran Lobster Hias Air Tawar

Untuk sistem pembesaran lobster air tawar, peternak dapat memilih dua cara, yaitu lewat media akuarium atau kolam terbuka.

Sebelum menyimpan bayi lobster di didalam akuarium atau kolam terbuka, pastikan ke dua medianya telah dibersihkan dan dikeringkan, agar tidak terkontaminasi berasal dari zat beracun.

Zat beracun yang mengkontaminasi media pembesaran lobster bisa-bisa membuat cacat atau kematian.

Agar budidaya lobster lancar bersama dengan hasil yang menguntungkan, peternak mesti memastikan pH air berada pada 7 sampai 8, bersama dengan takaran oksigen 4 ppm, dan suhu air 26 sampai 30 derajat Celsius.

Berikut sistem pembesaran lobster air tawar secara detail.

1. Media Kolam Tanah / Semen dan Terpal

Isi kolam bersama dengan air seminggu sebelum bibit dilepas ke dalamnya untuk menetralisir kuman dan kotoran.

Untuk media satu ini, pilihlah bibit yang berukuran 1 sampai 2 inchi.

Bayi-bayi lobster di didalam kolam terpal dapat tumbuh sebesar 10 sampai 12 ekor per kilogram.

Sebagai sumber oksigen, jangan lupa memasang kincir atau aerator gelembung udara.

2. Media Akuarium

  • Ukuran akuarium yang diperlukan sekitar 100 x 50 cm x 30 cm.
  • Dengan ukuran sebesar ini, akuarium dapat menampung sebanyak 3 lobster indukan.
  • Jumlah air di didalam akuarium termasuk mesti diperhatikan.
  • Isi sekitar 15 sampai 20 cm berasal dari basic akuarium untuk menolong perkembangan lobster yang maksimal.

Pemberian Pakan Lobster Hias

Ketika lobster ternakan telah lewat sistem pembenihan dan pertumbuhan, saatnya para peternak belajar berikan pakan.

Lobster mesti diberi pakan sebanyak dua kali sehari, tepatnya pada pagi dan sore hari.

Peternak dapat memilih jenis pakan untuk lobster, seluruhnya dapat dibeli di toko memancing, asalkan penuh nutrisi.

Palet yang diberi berasal dari toko memancing biasanya lebih murah, tetapi tidak kalah kualitasnya berasal dari pakan yang dibeli di produsen tertentu budidaya lobster.

Pakan yang dapat diberikan untuk lobster air tawar adalah jagung basah parut, ketela pohon parut, dan sayuran.

Untuk para peternak yang memanfaatkan media kolam tanah, nutrisi termasuk dapat didapatkan berasal dari plankton dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di didalam kolam.

Memberikan asupan nutrisi secara alami layaknya di atas bakal memotong modal awal ternak lobster sebab peternak tidak mesti ulang belanja nutrisi tertentu berasal dari pabrik-pabrik tertentu.

Jangan lupa memelihara bayi-bayi lobster yang baru menetas bersama dengan membedakan pakan mereka.

Hindari berikan makan sayur-sayuran atau umbi-umbian sebab kesusahan dicerna.

Berikan cacing sutera atau cacing beku didalam bentuk kubik.

Dosis bantuan makanan berjumlah 25% disaat pagi dan 75% untuk sore hari.

Presentase porsi makanan termasuk sesuai bersama dengan berat anakan lobster tersebut.

Setidaknya 3% berasal dari berat badan lobster ternak.

Perawatan Lobster Hias Air Tawar

Pengendalian Hama

Walaupun lobster diberkati bersama dengan cangkang yang keras, bukan artinya kami tidak mesti waspada bakal hama berbahaya yang tumbuh di sekitar kolam.

Para peternak mesti selamanya waspada bakal hama, terlebih hama tumbuhan air yang biasanya berkembang biak kala musim panen.

Untuk menjauhi lobster berasal dari hama, pastikan kolam atau akuarium selamanya bersih, entah itu berasal dari kotoran atau lumut.

Waktu Panen Lobster Hias

Langkah paling akhir didalam ternak lobster adalah musim panen.

Lobster dapat diambil berasal dari kolam atau akuarium sesudah usianya sedikitnya 6 sampai 8 bulan.

Pada umur ini, berat lobster bakal raih 11 sampai 13 ekor per kilogramnya, berat yang lumayan untuk dijual dan dikonsumsi segera oleh para konsumen.

Semakin besar lobster yang dijual, harganya makin lama mahal.

Jadi, bijak-bijak didalam memilih lobster mana yang bakal dijual, ya.

Cara Merawat Lobster Hias Air Tawar

Setelah panen, peternak termasuk mesti sadar langkah memelihara lobster yang telah siap dijual.

Berikut adalah langkah memelihara lobster yang mesti diaplikasikan.

  • Memberi makan teratur, yaitu 2 kali didalam sehari, tiap-tiap pagi dan menjelang sore
  • Membersihkan saringan / filter kolam berasal dari kotoran, tumbuhan liar, atau sisa makanan lobster yang telah mengendap
  • Menjaga gelembung hawa atau aerator berfaedah bersama dengan baik
  • Mengganti air kolam bersama dengan tidak menguras semua isi kolam (sisakan sekitar ¼ bagian)