Budidaya Kambing Gembel dan Etawa

Budidaya Kambing – Kambing adalah salah satu jenis hewan ternak ruminansia besar yang sejak dahulu udah di budidayakan manusia di seluruh belahan dunia.

Di Indonesia kambing ternak pada kebanyakan masih dibudidayakan secara tradisional. Sebagian besar penduduk pelihara kambing hanya sebagai usaha sampingan saja. Peternakan kambing secara intensif belum begitu banyak diusahakan di Indonesia.

Kambing ternak diusahakan untuk dimanfaatkan dagingnya dan untuk menghasilkan susu. Jenis-jenis kambing penghasil susu atau kambing perah yang dibudidayakan di Indonesia antara lain kambing etawa, kambinng jawarandu, kambing saenen.

Sedangkan jenis-jenis kambing yang diusahakan untuk dimanfaatkan dagingnya adalah seluruh jenis kambing ternak, termasuk domba.

Kambing merupakan hewan ruminansia yang punyai perut empat anggota yang terdiri berasal dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.

Seperti mamalia ruminan yang lain, kambing merupakan hewan berjari genap. Kambing betina mempunyai payudara berputing dua, dibandingkan bersama sapi yang berputing empat.

Jenis-jenis Kambing Ternak di Indonesia dan Cara Budidaya Kambing

Di Indonesia terkandung banyak sekali jenis-jenis kambing ternak yang di budidayakan oleh masyarakat. Secara lazim jenis-jenis kambing dibedakan jadi 3, yaitu kambing lokal, kambing impor dan kambing campuran. Beberapa jenis kambing ternak yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain sebagai selanjutnya ;

a). Kambing kacang
b). Kambing etawa
c). Kambing peranakan etawa
d). Kambing jawa randu
e). Kambing boer
f). Kambing saanen

Umumnya budidaya peternakan kambing di Indonesia di usahakan untuk disita dagingnya, dan lebih dari satu besar masih dilaksanakan secara tradisional.

Kambing kacang adalah jenis kambing lokal yang paling banyak dibudidayakan untuk dimanfaatkan dagingnya.

Kambing kacang merupakan jenis kambing yang tangguh dan punyai kebolehan beradaptasi yang tinggi. Sedangkan jenis kambing perah yang udah banyak dibudidayakan adalah kambing etawa.

Tahapan Cara Budidaya Ternak Kambing

1. Pemilihan Lokasi Kandang Kambing

Kambing ternak sanggup dibudiayakan diseluruh wilayah Indonesia, baik di dataran rendah, menengah hingga dataran tinggi. Ternak kambing sanggup berkembang bersama baik pada beraneka tipologi lahan.

Namun untuk meraih hasil yang baik penentuan wilayah kandang kambing selalu perlu diperhatikan. Berikut ini lebih dari satu syarat wilayah yang baik untuk beternak kambing ;

a). Lokasi/tempat tidak tergenang air
b). Agak jauh berasal dari rumah/pemukiman atau sumur
c). Cukup meraih sinar matahari, terutama dipagi hari
d). Terlindung berasal dari hembusan angin langsung

2. Pembuatan Kandang Kambing

Kandang merupakan tempat tinggal bagi ternak kambing sebagai area beristirahat, area berlindung berasal dari hama pemangsa, sebagai area makan dan minum, sebagai area berreproduksi.

Bahan kandang dipilih adalah material yang enteng didapat, murah, kuat dan tahan lama. Untuk bahan atap kandang, sebaiknya dipilih yang tidak mengakibatkan panas seperti atap berasal dari genting, ijuk atau rumbia .

Ukuran kandang perlu sesuai bersama kebutuhan, bersama pembelahan antara kandang induk bersama pejantan . Untuk ternak kambing dewasa ukuran kandang yang ideal adalah 1-1,5 meter persegi.

Ada dua jenis kandang ternak kambing, yaitu kandang koloni dan kandang individu. Kandang koloni adalah kandang kambing yang dihuni lebih dari satu ekor kambing didalam satu kamar.

Jumlah ternak kambing yang dipelihara didalam kandang koloni bergantung ukuran luas kandang. Sedangkan jenis kandang individu adalah kandang yang disekat-sekat kecil dan satu sekat hanya untuk satu ekor kambing.

1). Pemilihan Bahan untuk Kandang dan Ukuran Kandang Kambing

Bahan yang digunakan untuk mengakibatkan kandang kambing diantaranya kayu atau bambu. Gunakan bahan yang paling enteng didapat, murah, kuat dan tahan lama.

Atap kandang sebaiknya memakai atap rumbia, ijuk atau genteng tanah, atau asbes. Atap seng sanggup mengakibatkan panas dan kurang baik untuk atap kandang kambing. Ukuran kandang sesuai bersama jumlah kambing yang akan diternakkan.

Kandang dibikin dua anggota bersama memisahkan antara kandang induk kambing betina dan induk kambing jantan.

2). Jenis dan Bentuk Kandang Ternak Kambing

Berdasarkan jenis lantainya, terkandung dua jenis kandang kambing, yaitu kandang panggung dan kandang depok. Masing-masing punyai berlebihan dan kekurangan.

a). Kandang Panggung, yaitu kandang bersama lantai panggung yang dibikin lebih tinggi berasal dari tanah. Bahan lantai kandang panggung kebanyakan memakai bambu atau kayu.

Kelebihan kandang panggung yaitu ternak lebih bersih karena air kencing dan kotoran jatuh kebawah, kandang lebih kering supaya jamur, parasit atau kuman penyakit tidak enteng berkembang. Sedangkan kekurangan atau kelemahan kandang panggung adalah cost pembuatan lebih tinggi, dan efek kecelakaan ternak tinggi.

b). Kandang Depok, yaitu kandang bersama lantai tanah. Kelebihan kandang depok yaitu biayanya lebih murah, efek kecelakaan kecil. Sedangkan kekurangannya yaitu kebersihan kandang kurang terjamin, sisa pakan, kotoran dan air kencing berserakan, kandang becek dan lembab. Ternak kambing jadi kotor, kuman penyakit, parasit dan jamur enteng berkembang.

3. Memilih Bibit Kambing dan Ciri-ciri Bibit Kambing yang baik untuk Diternakkan

Kualitas bibit kambing merupakan salah satu kunci berhasil didalam usaha beternak kambing. Bibit kambing yang memiliki kualitas bisa saja besar punyai produktivitas yang baik supaya akan memberi keuntungan pada peternak.

Selain kualitas, penentuan jenis kambing yang akan diternakkan termasuk perlu diperhatikan. Pilihlah jenis kambing cocok bersama tujuan budidaya, apakah untuk menghasilkan daging atau susu. Selanjutnya tentukan jenis kambing yang paling cocok bersama tujuan tersebut. Berikut ini tanda-tanda lazim induk dan pejantan kambing yang baik untuk diternakkan ;

a). Ciri-ciri Induk Kambing yang baik untuk Diternakkan
– Ternak tampak sehat, tidak cacat, tubuhnya besar namun tidak amat gemuk
– Kaki lurus dan kuat, badan padat dan kompak, garis punggung dan pinggang lurus
– Alat kelamin normal
– Memiliki karakter keibuan (mau mengasuh anaknya bersama baik)
– Berasal berasal dari keturunan kembar
– Badan dan bulunya bersih serta mengkilap
– Kambing betina yang baik untuk dijadikan indukan minimal berusia 5-6 bulan

b). Ciri-ciri Pejantan Kambing yang baik untuk Diternakkan
– Tubuhnya besar dan kuat, badan panjang
– Sehat secara fisik dan tidak cacat
– Kaki lurus dan kuat, tumit tinggi
– Alat kelamin keyal dan sanggup ereksi bersama baik
– Berasal berasal dari keturunan kembar
– Buah zakar punyai ukuran mirip besar dan normal
– Badan dan bulu bersih serta mengkilap
– Pejantang yang baik minimal berusia 5-8 bulan

4. Cara Pemeliharaan dan Perawatan Ternak Kambing

Cara atau aktivitas pemeliharaan ternak kambing diseuaikan bersama sistem budidaya yang diterapkan, yaitu cara tradisional, semi intensif atau intensif.

Secara tradisional kebanyakan pada siang hari ternak kambing diangon, atau di lepaskan pada suatu areal lahan untuk mencari pakan sendiri. Pada sore hari ternak kambing dimasukkan kandang. Biasanya peternak hanya ngarit sekali untuk sedia kan pakan dimalam hari.

Dengan beternak kambing secara tradisioanal pekerjaan peternak lebih enteng jika dibandingkan bersama cara semi intensif atau intensif.

Dengan sistem apapun yang diterapkan didalam beternak kambing, usaha budidaya perlu memenuhi faktor-faktor pemeliharaan yang baik dan benar. Faktor-faktor pemeliharaan ternak kambing diantaranya meliputi lebih dari satu perihal sebagai selanjutnya ;

Makanan pokok ternak jenis kambing yaitu rumput dan hijauan.

a). Pemberian Pakan dan Minum

Rumpus merupakan makanan pokok yang perlu ada tiap tiap saat, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup ternak kambing seperti untuk metabolisms, untuk kebutuhan produksi susu clan untuk kebutuhan bereproduksi (kawin, bunting, beranak dan menyusui) .

Untuk ternak kambing yang dibudidayakan secara semi intensif maupun intensif dimana ternak selalu dikandangkan, pemberiannya rumput adalah sebanyak 10% dan konsentrat 1% berasal dari bobot badan hidup .

Selain jenis rumput-rumputan, diberikan termasuk jenis hijauan lain/dami-damian seperti daun singkong dan daun glyrisidia.

Daun singkong dan glyrisidia perlu dilayukan terutama dahulu sebelum saat diberikan. Pemberian didalam wujud segar, sebaiknya dihindari karena tanaman ini mempunyai kandungan racun. Pelayuan akan menyingkirkan atau mengurangi zat racun.

Pemberian yang bebas akan menambahkan pertumbuhan yang lebih cepat pada ternak, karena hijauan selanjutnya mempunyai kandungan gizi yang tinggi.

Selain pakan, air minum yang bersih termasuk perlu selalu tersedia.

Terutama pada saat cuaca terik dan panas. Dalam satu hari tiap tiap ekor ternak kambing dewasa minimal membutuhkan air minum sebanyak 1,5-2,5 liter. Air minum yang bersih hendaknya selalu ada sepanjang waktu.

Kebersihan air minum perlu selalu diperhatikan bersama menggantinya tiap tiap hari.

b). Memandikan Ternak Kambing

Memandikan ternak kambing adalah aktifitas beternak yang amat jarang dilaksanakan oleh para peternak di Indonesia. Padahal memandikan ternak termasuk penting, karena sanggup meningkatkan kesehatan ternak dan meningkatkan nilai jual.

Memandikan ternak kambing minimal dilaksanakan 2 kali didalam setahun. Ternak yang tidak pernah dimandikan terlihat bulunya akan kotor, gembul dan lembab.

Manfaat berasal dari memandikan ternak kambing yang utama adalah bersihkan kuman penyakit, parasit dan jamur penyebab penyakit. Ternak yang bersih akan terlihat lebih sehat dan menarik, supaya harga jualnya bisa saja sanggup lebih tinggi.

c). Pemotongan Kuku Kambing

Pemotongan kuku pada ternak kambing terutama dilaksanakan pada ternak yang selalu dikandangkan, yaitu pada budidaya secara semi intensif dan intensif.

Ternak yang tiap tiap saat ada didalam kandang kebanyakan pertumbuhan kukunya lebih cepat. Kuku kambing yang amat panjang sanggup mengakibatkan lebih dari satu perihal selanjutnya ini ;

– Jalannya terganggu,
– Ternak jantan mengalami ada problem misalnya kawin
– Kuku yang tidak dipotong sanggup patah dan sanggup mengakibatkan luka dan infeksi
– Di bawah telapak kuku yang panjang sanggup berongga dan penuh bersama kotoran yang ditumbuhi parasit dan jamur supaya membahayakan kesehatan ternak

5. Perawatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Ternak Kambing

Peternak kambing tradisonal maupun semi intensif dan intensif pastinya selalu mendambakan ternaknya sehat dan bebas penyakit.

Pada suasana tertentu, penyakit ternak sanggup berakibat fatal yaitu kematian ternak. Berikut ini lebih dari satu tindakan yang sanggup dilaksanakan untuk menjaga supaya ternak selalu sehat dan menghambat serangan penyakit pada kambing ;

a). Memilih kambing yang sehat dan bebas penyakit
b). Asal-usul indukan jelas, tidak punyai riwayat penyakit
c). Pemeliharaan dilaksanakan bersama baik dan benar
d). Memberi pakan dan minum yang cukup
e). Pemberian vitamin dan antibiotik
f). Pemberian vaksin
g). Menjaga kebersihan kandang

6. Pengendalian Penyakit pada Ternak Kambing

Beberapa penyakit yang sering ditemukan pada ternak kambing antara lain ; kembung (bloating), cacingan, scabies, pink eye, orfatau (dakangan atau orf), antraks, penyakit kuku dan mulut, radang kuku, mastitis, kudis/budug, myasis atau belatungan.

Selain itu, keracunan tanaman termasuk sering dialami oleh ternak kambing. Terutama kambing yang di umbar atau di angon.

Untuk mengendalikan penyakit-penyakit ternak kambing selanjutnya yang terutama adalah jalankan budidaya ternak kambing bersama baik dan benar.

Cara menjaga kesehatan kambing dan menghambat munculnya serangan penyakit pada kambing sanggup dilaksanakan bersama lebih dari satu tindakan seperti yang selanjutnya pada poin 5 diatas.

Untuk cara pengendalian penyakit ternak kambing secara rinci akan dibahas pada artikel berikutnya.

7. Reproduksi Ternak Kambing

Indukan kambing betina sebaiknya jadi dikawinkan pada usia bulan atau misalnya bobotnya udah menggapai kg. Dalam satu th. indukan betina yang baik minimal sanggup beranak hingga 3 kali.

Masa kehamilan kambing lebih kurang hari. Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat berkisar 2 bulan.Tanda-tanda indukan kambing siap kawin (sedang mengalami birahi) antara lain sebagai selanjutnya ;

a). Kelihatan gelisah, menurunnya nafsu makan dan minum
b). Sering mengibaskan ekor
c). Kemaluan bengkak dan sering kencing
d). Diam saat dinaiki pejantan

Jika terlihat tanda-tanda selanjutnya dan usia indukan udah cukup, langsung kawinkan bersama pejantan. Siklus birahi kambing kebanyakan berselang hari, bersama lama birahi jam.

1. Kambing Kacang

Kambing ini asli berasal dari Indonesia dan punyai ciri badan kecil, pendek, telinga pendek, tegak, leher pendek, punggung meninggi, bertanduk, baik jantan atau betina, tinggi badan cm dan bobot hidup jantan lebih kurang 25 kg dan betina lebih kurang 20 kg 2. Kambing PE (Peranakan Etawah)

Kambing ini merupakan persilangan kambing Kacang bersama kambing Etawah. Memiliki tanda-tanda antara lain telinga panjang cm, bobot hidup dewasa jantan menggapai 40 kg dan betina lebih kurang 35 kg.

Tinggi punggung berkisar antara cm, pada jantan bulu anggota atas dan bawah leher, pundak, lebih tebal dan agak panjang, sedangkan pada betina hanya anggota paha yang lebih panjang. Warna kambing ini banyak variasi berasal dari coklat hingga hitam.

3. Kambing Marica

Kambing Marica banyak terkandung di Pulau Sulawesi, tubuhnya lebih kecil berasal dari kambing Kacang dan dikira masih satu keturunan bersama kambing Kacang. 3. Kambing Gembrong Kambing ini banyak terkandung di Pulau Bali, tubuh lebih besar berasal dari kambing Kacang dan mempunyai bulu yang panjang terutama yang jantan. Selain kambing penghasil daging, ada kambing yang digunakan sebagai penghasil susu atau kambing jenis perah. Kambing ini sanggup menghasilkan susu walau produktivitasnya rendah, namun harga susu kambing lebih mahal dibanding susu sapi. Berikut ini lebih dari satu misal kambing jenis perah :

1. Kambing Saanen Kambing Saanen berasal berasal dari Lembah Saanen Switzerland, punyai tanda-tanda baik jantan maupun betina tidak bertanduk, warna putih atau krem pucat/muda, hidung, telinga dan ambing belang hitam, dahi lebar, telinga sedang dan tegak.

2. Kambing Etawah (Jamnapari) Kambing Etawah asli atau dikenal bersama kambing Jamnapari berasal berasal dari area Jamnapari India bersama tanda-tanda hidung melengkung, telinga panjang (30 cm) terkulai, kaki panjang dan berbulu panjang pada garis belakang kaki, warna bulu belang hitam putih atau merah, atau coklat putih. Pada jantan dan betina bertanduk bersama tinggi badan jantan dewasa menggapai cm, dan yang betina dewasa antara cm. Bobot badan jantan dewasa lebih kurang kg dan betina dewasa kg. Rataan produksi susu ± 3 liter/ekor/hari bersama ambing relatif besar dan panjang seperti botol. Gambar 2. Kambing Etawah (Jamnapari)

3. Kambing Alpine Kambing ini ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk, tubuhnya besar dan tingginya mirip bersama kambing Saanen. Warna bulu berbagai macam berasal dari putih hingga kehitam-hitaman bersama warna muka ada garis putih di atas hidung. Kambing ini sebagai kambing penghasil susu.

4. Kambing (Anglo)-Nubian Kambing Anglo Nubian atau sering disebut kambing Nubian punyai bulu yang pendek, berkaki panjang dan sanggup menyesuaikan diri di area panas. Kambing ini merupakan kambing yang subur (beranak kembar) dan ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk. Gambar 4. Kambing (Anglo)-Nubian

Untuk memilih kambing calon bibit, sebaiknya peternak mengenal tanda-tanda calon bibit baik pada jantan maupun betina. Calon bibit jantan hendaknya punyai tubuh yang sehat, besar (sesuai umur), relatif panjang dan tidak cacat. Dada didalam dan lebar, bersama kaki lurus dan kuat serta tumit tinggi. Penampilan gagah, aktif dan besar nafsu kawinnya. Buah zakarnya normal (2 buah mirip besar), alat kelamin kenyal, dan sanggup ereksi. Kambing yang digunakan untuk bibit sebaiknya berasal dari keturunan kembar. Bulu bersih dan mengkilat. Seperti halnya pada jantan, betina calon bibit termasuk perlu sehat, tidak amat gemuk dan tidak cacat, kaki lurus dan kuat dan alat kelamin normal. Sebaiknya dipilih kambing yang mempunyai karakter keibuan dan punyai ambing normal (halus, kenyal, tidak ada infeksi). Sebaiknya dipilih berasal dari keturunan kembar. Bulu bersih dan mengkilat.

Dalam memilih calon bibit, menjauhi ternak cacat atau tidak normal antara lain rahang atas dan bawah tidak rata, tanduk tumbuh melingkar menusuk leher, hanya mempunyai satu buah zakar, atau mempunyai dua buah namun besarnya tidak sama, terkandung infeksi atau pembekakan pada ambing/buah susu (untuk betina), kaki berupa huruf X atau pengkor, buta atau rabun, untuk sadar ternak buta atau tidak, maka tunjuk-tunjuklah bersama jari telunjuk didepan matanya, misalnya ada reaksi mengedipkan mata, maka ternak tidak buta, ternak majir/mandul.

Selain itu, peternak termasuk perlu sanggup memilih usia kambing. Pendugaan usia sanggup dilaksanakan bersama memandang jumlah gigi seri selalu yang tumbuh. Bila seri selalu belum ada, maka kambing masih berumur kurang berasal dari satu tahun. Apabila udah tumbuh gigi seri selalu sebanyak satu pakai (dua buah), maka diperkirakan berumur 1-2 tahun. Bila terkandung dua pakai berumur 2-3 tahun, tiga pakai berumur 3-4 th. dan empat pakai berumur antara 4-5 tahun. Apabila gigi seri tampak udah jadi aus atau lepas, maka kambing selanjutnya udah berumur lebih berasal dari 5 tahun.

Jika akan mengawinkan kambing, maka ternak betina didalam suasana birahi dan sehat. Ternak kambing jantan dan betina perlu dikumpulkan didalam satu kandang kawin. Perkawinan sanggup berlangsung 2 atau 3 kali namun misalnya ternak betina tidak senang dikawinkan lagi, artinya ternak betina selanjutnya udah bunting dan perlu dipisahkan bersama ternak jantan.

Ternak betna yang bunting mempunyai tanda-tanda : Nampak lebih besar, lebih gemuk dibagian perutnya, bulu makin lama mengkilap, ambing susunya makin lama membengkak dan jadi besar, begutu pula bersama puting susunya.

Pakan Dan Pemberiannya

Pakan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, seperti produksi (tumbuh besar, gemuk dan susu) dan untuk bereproduksi (kawin, bunting, beranak, menyusui). Pemberian pakan perlu cocok bersama kebutuhannya dan jumlahnya sesuai bersama standing fisiologis ternaknya. Sebagai patokan lazim yaitu 10% bahan fresh atau 3% bahan kering dihitung berasal dari bobot badannya. Contoh misalnya bobot hidup kambing 25 kg maka pertolongan hijauan fresh lebih kurang 2,5 kg atau 0,75 kg hijauan kering.

Pakan untuk kambing sanggup dikelompokkan jadi tiga, yaitu sumber energi, sumber protein dan sumber mineral. Sumber kekuatan antara lain biji-bijian : jagung, sorghum, dedak padi, dedak gandum, dedak jagung, ketela rambat, singkong, onggok, rumput-rumputan dan jerami padi. Bahan pakan yang merupakan sumber protein antara lain jenis leguminosa glirisidia, turi, lamtoro, centrosema, sisa pertanian seperti : daun kacang, daun singkong, bungkil kedelai, biji kapas, ampas tahu, ampas kecap dan lain-lain. Sebagai sumber mineral sanggup ditambahkan garam atau mineral mix. Air minum perlu ada di didalam kandang.

Hijauan sanggup di sediakan bersama cara mencari di alam atau sanggup dibudidayakan. Penanaman sanggup dilaksanakan di areal yang tidak dimanfaatkan untuk tanaman pertanian, seperti di galengan/pematang sawah tepi jalan, tanah desa, dilereng atau bahkan sanggup ditanam sebagai pagar hidup, dan di area tanam sebagai monokultur.

Berbagai jenis hijauan yaitu rumput (rumput alam, rumput gajah, setaria, rumput benggala, rumput raja dan lain sebagainya). Selain itu jenis hijauan lain yaitu leguminosa (daun, kacang-kacangan, lamtoro, turi, glirisidia, kaliandra, albasia dan lain-lain). Hijauan yang berasal berasal dari sisa hasil panen seperti daun ubi, daun nangka, jerami kacang tanah, jerami kacang kedelai, jerami jagung dan daun pisang termasuk sanggup digunakan sebagai pakan kambing.

Dalam pertolongan pakan hijauan, perlu diperhatikan imbangan antara rumput dan daun leguminosa dikaitkan bersama suasana fisiologis ternak. Pada kambing dewasa, pertolongan pakan rumput dan leguminosa sanggup diberikan bersama perbandingan 3:4. Namun misalnya ternak didalam suasana bunting, sebaiknya perbandingan 3:2. Lain halnya misalnya kambing sedang menyusui, perbandingan sebaiknya 1 : 1. Anak kambing terlepas sapih diberikan rumput dan daun leguminosa bersama perbandingan 3:2. Hindari pertolongan hijauan yang masih muda, jika terpaksa digunakan hendaknya diangin-anginkan sepanjang minimal 12 jam untuk menjauhi terjadinya bloat (kembung) pada kambing.

Pakan sebaiknya diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), dan diberikan termasuk air minum dan garam beryodium secukupnya. Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dkawinkan perlu ditambahkan makanan penguat didalam wujud bubur berupa campuran dedak, ampas sadar dan bahan lain yang ada didaerahnya sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.

Bahan pakan berupa hijauan termasuk sanggup diawetkan pada saat hijauan melimpah seperti mengakibatkan silase atau hay. Jerami padi, kacang-kacangan, limbah pertanian lainnya termasuk sanggup diawetkan sebagai pakan kambing kala musim kemarau.

Tata Laksana

Kandang

Kandang terbuat berasal dari bahan yang kuat, harga tidak mahal bersama memakai bahan yang ada di lokasi. Kandang perlu fresh (ventilasi baik, lumayan sinar matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter berasal dari rumah). Sebaiknya dibikin kandang didalam wujud kandang panggung bersama sekat yang sanggup bongkar pakai dan lantai berasal dari bambu atau papan. Dibelakang kandang dibikin penampungan kotoran dan sisa pakan. Sebagai patokan ukuran luas kandang adalah, jantan dewasa diperlukan 1,5m2, betina dewasa 1 m2, betina menyusui 1,5m2,, anak dan kambing muda 0,75m2. Usahakan ada lampu penerang yang dipasang didalam kandang. Selain itu, di didalam kandang termasuk di sediakan area pakan dan minum.

Model kandang panggung punyai berlebihan dan kekurangannya. Kelebihan berasal dari kandang panggung adalah kandang jadi lebih bersih karena kotoran jatuh ke bawah, kebersihan ternak lebih terjamin, lantai kandang selalu kering, kuman dan parasit serta jamur sanggup ditekan. Namun demikian lebih dari satu kelemahan berasal dari kandang panggung antara lain cost relatif mahal, efek ternak terperosok/jatuh dan kandang memikul beban ternak lebih berat.

Pengelolaan Reproduksi

Diusahakan supaya kambing sanggup beranak minimal 3 kali didalam dua tahun. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

1. Bibit berasal berasal dari induk yang selalu melahirkan kembar
2. Kambing menggapai dewasa kelamin pada usia 6-10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada usia bulan atau saat bobot badan menggapai kg
3. Lama birahi jam, siklus birahi berselang sepanjang hari
4. Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan senang atau diam misalnya dinaiki. Bila birahi pagi, maka sore atau esok harinya perlu dikawinkan
5. Perbandingan jantan dan betina 1 : 10
6. Dengan pengelolaan yang baik kambing sanggup beranak 7 bulan sekali 1. Perkawinan ulang sesudah melahirkan 1 bulan kemudian . Penyapihan anak dilaksanakan pada usia 3-4 bulan

Mengawinkan Ternak :

Saat yang baik untuk mengawinkan kambing adalah jam sesudah tanda-tanda birahi muncul/tampak. Untuk menjauhi kegagalan perkawinan, campurkan betina birahi bersama pejantan didalam satu kandang. Hindarkan terjadinya perkawinan sedarah/ada garis keturunan yang mirip antara kambing jantan bersama betina atau yang masih dekat pertalian kekerabatannya (anak bersama bapak, anak bersama induk, antar saudara kandung).

Ternak melahirkan :

Tanda-tanda induk melahirkan :

1. Pinggul mengendur
2. Ambing tampak besar dan puting susu terisi penuh
3. Alat kelamin (vulva) membengkak kemerah-merahan dan lembab
4. Gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang dan sering mengembik
5. Nafsu makan menurun

Persiapan Perawatan Kelahiran :

1. Bersihkan kandang
2. Sediakan alas yang kering dan bersih untuk menyerap cairan yang terlihat sepanjang sistem kelahiran (jerami, karung goni)
3. Sediakan jodium tinchure untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar

Proses kelahiran :

1. Kantong ketuban pecah
2. Beberapa saat kemudian anak jadi keluar
3. Setelah anak lahir potonglah tali pusarnya dan olesi jodium tinchure pada bekas potongannya
4. Biarkan induk menjilati anak yang baru lahir, jika induk tidak senang menjilati bersihkan cairan yang masih menempel bersama memakai kain lap yang bersih dan kering
5. Bersihkan lubang hidung dan mulut anak kambing yang baru lahir supaya enteng bernafas

Perawatan Anak yang Baru Lahir :

1. Setelah anak lahir maka akan langsung menyusu pada induknya
2. Anak yang tidak langsung menyusu didalam saat 12 jam sesudah lahir perlu langsung diberi susu pengganti kolostrum

Pembuatan Susu Kolostrum Buatan :

Campurkan 0,25 – 1,5 liter susu sapi/susu bubuk bersama 1 sendok teh minyak ikan, 1 butir telur ayam dan 1/2 sendok makan gula pasir. Berikan bersama cara dicekok 3-4 kali sehari.

Pengendalian Penyakit :

Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang lumayan gizi dan vaksinasi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah : cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf dan koksidiosis.

Kudis (Kurap/Scabies)

Tanda-tanda : gelisah karena gatal, bulu rontok kulit merah dan menebal. Tempat yang sering diserang muka, telinga, pangkal ekor, leher, dll

Pencegahan : kebersihan dan pembelahan ternak sakit

Pengobatan

1. Obat tradisional * Oli 1 cangkir + cuka 1 sendok makan + belerang yang udah dihaluskan 1 sendok makan atau 4 siung bawang merah yang udah dihaluskan, kemudian seluruh bahan dicampur dan olesi 2x sehari pada kulit kambing hingga sembuh.
* Belerang dihaluskan 3 sendok makan + 1 sendok makan minyak goreng olesi 2x sehari hingga sembuh.

2. Obat pabrikan Suntik bersama Ivermectin secara sub cutan (dibawah kulit).

Cacingan :

Penyebab : cacing gilig, cacing pipih dan cacing pita

Tanda-tanda : kambing makin lama kurus, bulu berdiri dan kusam, nafsu makan berkurang, kambing terlihat pucat, kotoran lembek hingga mencret.

Pencegahan : Jagalah kandang selalu bersih dan kering, Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh berasal dari wilayah kandang atau dibikin Kompos, Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan berpindah-pindah), Jangan memberikan rumput yang masih berembun, Sabitlah rumput 2-3 cm di atas permukaan tanah.

Pengobatan :

1. Obat tradisonal * Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1 kg berat badan kambing, dicampur air, sesudah itu diminumkan dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting).
* Daun nanas fresh dihilangkan durinya, ditimbang 600 mg untuk 1 kg berat badan kambing, kemudian diberikan pada kambing dan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting).

2. Obat pabrikan Biasanya memakai albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang tiap tiap 3 bulan sekali.

Kembung perut (Bloat/Thympani) :

Penyebab : gas yang timbul oleh makanan (rumput muda)

Tanda-tanda : perut sebelah kiri membesar, napas pendek dan cepat, tidak senang makan

Pencegahan : jangan diberi rumput muda.

Pengobatan : memberikan larutan gula merah dan asam jawa, keluarkan gas bersama cara mengurut-urut perut kambing. Apabila ada ternak yang sakit, perlu langsung dipisahkan berasal dari kelompoknya supaya yang lainnya tidak tertular.

Diare :

Penyebab : Pakan berjamur atau amat muda, bakteri, virus dan protozoa.

Tanda-tanda : Kotoran encer dan warnanya hijau terang/hijau gelap hingga hijau kekuningan; Kambing lemas, misalnya dibiarkan sanggup mengakibatkan kematian; bulu-bulu lebih kurang dubur kotor akibat kotoran.

Pencegahan : Hindari pertolongan pakan yang mengakibatkan diare dan Jagalah kandang selalu bersih.

Pengobatan

1. Pisahkan kambing sakit berasal dari kambing sehat.
2. Berikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gula didalam 2,5 liter air dingin yang udah dimasak.
3. Bila keadaannya tidak membaik langsung hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan).

Keracunan :

Penyebab : Tanaman beracun atau tanaman yang tercemar pestisida.

Tanda-tanda : Mulut berbusa, kejang-kejang, muka kemerahan dan bengkak, diare berdarah, dan kematian mendadak.

Pencegahan

1. Jangan menggembalakan kambing di area yang banyak tanaman beracun.
2. Jauhkan kambing berasal dari sawah atau ladang yang sedang dipupukan atau disemprot pestisida.

Pengobatan

1. Berikan air kelapa
2. Berikan norit 2-3 tablet.
3. Hubungi petugas kesehatan hewan (dokter hewan).

Pasca Panen

Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai malah berasal dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual sebaiknya pada saat berat badan tidak makin tambah ulang (umur lebih kurang 1-1,5 tahun), dan permohonan akan kambing lumayan tinggi. Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 hingga 50%) karkas x harga daging eceran.

Saat ini beternak kambing dan domba udah tidak asing ulang didengar oleh penduduk terutama di kalangan petani.

Banyak lebih dari satu petani yang menjadikan kambing dan domba sebagai usaha sampingan. Bahkan beternak termasuk sanggup diartikan sebagai bahan tabungan petani jika mengalami kebutuhan yang amat mendesak.

Dengan demikian usaha ternak ini akan punyai peluang yang amat baik untuk kedepannya, walau dipelihara bersama cara yang sederhana.

Beternak kambing atau domba ternyata punyai peran yang amat perlu didalam memajukan perekonomian di Indonesia. Dengan membudidayakan kambing atau domba ini dirasa punyai nilai yang tidak jauh berbeda bersama hasil ternak lainnya.

Dapatkan kambing bersama kulitas unggul di hobiternak.comDisamping sebagai penghasil daging, kambing dan domba ini termasuk sanggup sanggup menghasilkan susu didalam jumlah yang lumayan banyak dan punyai nilai ekonomi yang tinggi juga.

Bagi Anda yang mendambakan mengembangkan usaha budidaya kambing dan domba di Indonesia, alangkah baiknya jika Anda sadar jenis – jenis Kambing dan Domba yang cocok di pelihara di Indonesia.

Karena jenis kambing maupun domba di Indonesia jumlahnya makin lama meningkat bahkan jenisnya makin lama beragam. Ada yang berasal berasal dari luar negeri, bahkan ada yang udah mengalami perkawinan silang bersama varietas lokal asli Indonesia.

Berikut, merupakan jenis domba dan kambing yang ada di Indonesia :

Apa sih perbedaan Kambing dan Domba ?

Sebelum melangkah lebih didalam mengenai jenis – jenis Kambing dan Domba di Indonesia. Ternyata Kambing dan Domba itu punyai perbedaan loh.. hehe pasti Anda baru mengetahuinya bukan ? Jika dilihat sekilas Kambing dan Domba sebetulnya sama.

Tetapi ternyata ada perbedaan di antara keduannya dan kebanyakan penduduk Indonesia menyebutnya bersama sebutan yang mirip yakni, Kambing.

Kambing Domba Bulu condong lurus, tidak perlu dicukur Bulu keriting dan perlu dicukur untuk dijadikan wol Telinga terjuntai kebawah dan panjang Telinga condong tegak keatas Tanduk mengarah ke atas atau samping Tandung melengkung dan tidak seluruh jenis Domba punyai tanduk Postur tubuh ramping dan relatif tinggi Postur tubuh pendek lebih besar di anggota perut Daging relatif banyak dan lebih tebal Daging relatif banyak lebih tebal kambing Mengenal jenis – jenis Kambing di Indonesia
Kambing punyai bahasa latin, yaitu Copra hirpus.

Ciri – ciri berasal dari kambing sanggup terlihat berasal dari fisiknya yang berjenggot, dahi yang condong cembung dan punyai bulu yang kasar dan lurus kebawah.

Keberadaan kambing di Indonesia saat ini udah jadi populer, jadi berasal dari kambing yang berasal berasal dari perkawinan silang dan kambing lokal asli. Banyak berasal dari penduduk memakai kambing untuk dibudidayakan manfaat disita daging dan termasuk susunya untuk diperah. Dibawah ini merupakan penjelasan mengenai jenis – jenis kambing yang berada di Indonesia

1.Kambing Kacang

Jenis kambing kacang ini merupakan kambing pertama yang berhasil dikembangkan. Kambing ini termasuk kambing lokal asli Indonesia. Hewan ternak ini termasuk dinilai punyai kekuatan adaptasi lingkungan yang lumayan tinggi pada suasana di lebih kurang lingkungan. Daya reproduksi kambing kacang termasuk lumayan tinggi dan merupakan jenis kambing potong yang banyak disita dagingnya oleh masayarakat setempat.

Kambing Kacang termasuk jenis kambing yang sanggup di jadikan sebagai hewan qurbanKambing kacang punyai tubuh yang relatif kecil, kepala enteng dan kecil. Memiliki posisi telinga yang condong tegak, berbulu lurus dan pendek. Warna bulu condong tunggak dan sanggup termasuk campuran antara hitam, putih dan cokelat. Jenis kelamin kambing jantan punyai dua tanduk pendek.

Untuk bobot yang dicapai kambing jantan sanggup menggapai lebih kurang 30 kg/ ekor, sedangkan kambing betina sekiatar 35 kg/ ekor. Tinggi kambing jantan dan betina termasuk berbeda – beda. Kambing jantan punyai tinggi 60 – 65 cm, sedangkan betina hanya 56 cm.

2. Kambing Peranakan Etawa (PE)

Kambing Peranakan Etawa (PE) merupakan persilangan antara kambing etawa bersama kambing lokal, yaitu jenis kambing kacang. Dengan adanya persilangan ini diharapkan sanggup memperbaiki kulitas berasal dari kambing yang dihasilkan. Kambing ini termasuk masih termasuk jenis kambing lokal.

Kambing PE (Peranakan Etawa)Jika dilihat berasal dari posturnya kambing PE ini punyai ukuran yang hampir mirip bersama kambing etawa. Keberadaan kambing ini termasuk udah banyak tersebar di area Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Keunggulan berasal dari kambing ini adalah produksi susu nya yang lumayan tinggi. Sehingga banyak penduduk Indonesia beternak kambing PE untuk disita susu nya untuk dikembangkan jadi produk susu yang menyehatkan bagi kesehatan tubuh.

Kambing ini termasuk sanggup menghasilkan susu hingga 3 liter per harinya. Telinga pada kambing PE terlihat panjang dan menjuntai ke bawah, bergelambir dan lumayan besar, dahi terlihat cembung dan punyai warna bulu hitam, putih, merak, cokelat dan putih.

3. Kambing Etawa

Kambing Etawa atau disebut sebagai Kambing Jamnpari merupakan salah satu jenis kambing yang unggul dan sanggup diternakkan sebagai penghasil susu maupun sebagai penghasil daging. Awalnya kambing ini berasal berasal dari area India kemudian jadi dikembangkan dan dikawin silangkan manfaat memperbaiki keturunan dan kulitas kambing lokal yang ada di Indoneisa.

Kambing Etawa diunggulkan didalam produksi susu nyaJenis kambing ini punyai ciri ciri badannya yang besar, tinggi sanggup menggapai 90 – 127 cm. Bobotnya termasuk sanggup menggapai 91 kg untuk kambing jantan, sedangkan kambing betina sanggup menggapai 63 kg. Telinga kambing etawa berupa panjang kebawah, dahi dan hidung berbetuk cembung. Memiliki tanduk yang pendek, baik kambing jantan dan betina. Serta sanggup menghasilkan susu sebanyak 3 litter per harinya.

4. Kambing Jawarandu

Kambing Jawarandu atau sanggup disebut sebagai Bligon, Gumbolom Koplo, atau kacukan ini ternyata merupakan kambing hasil siangan antara Kambing PE bersama Kambing Kacang. Kambing Jawarandu ini kebanyakan digunakan penduduk untuk dimafaatkan produksi susunya. Hasil perahan susu kambing jawarandu ini sanggup menggapai 1,5 liter per harinya.

Kambing Jawarandu selain diunggulkan karena produksi susu nya kambing ini termasuk dimanfaatkan sebagai penghasil daging.Kambing Bligon atau Jawarandu ini punyai tubuh yang relatif kecil, bobot pada kambing dewasa sanggup menggapai lebih kurang kg, sedangkan kambing betina menggapai 40 kg. Selain itu kambing ini baik jantan maupun betina punyai tanduk di kepalanya. Telinganya memanjang dan terbuka. Selain diunggulkan karena produksi susu nya kambing ini termasuk dimanfaatkan sebagai penghasil daging.

5. Kambing Boer

Kambing Boer ini merupakan kambing yang berasal berasal dari area Semenanjung Cape, Afrika Selatan. Jenis kambing ini banyak diternakkan untuk disita dagingnya, serta merupakan jenis kambing pedaging terbaik. Selain itu kambing ini termasuk dikenal bersama pertumbuhannya yang lumayan singkat.

Dalam kurun saat 6 bulanan sanggup menghasilkan bobot lebih kurang 35 – 45 kg per ekor. Bahkan saat memasuki usia dewasa sanggup menggapai bobot 90 – 100 kg. Keunggulan lainnya berasal dari kambing boer ini adalah kemampuanya beradaptasi bersama beraneka jenis iklim.

Kambing Boer dikenal tangguh, kuat, dan gesit.Ciri – ciri kambing ini terkandung pada telinga yang condong lebar,dengan wujud muka cembung. Bulu pada tubuh berwarna putih sedangkan pada leher kebanyakan berwarna gelap. Pada tanduk termasuk berupa melengkung ke belakang. Kambing ini termasuk dikenal tangguh, kuat, dan gesit.

Mengenal Domba – domba di Indonesia

Domba merupakan hewan yang termasuk didalam kelas keluarga Bovidae. Tubuh domba tenar bersama bulunya yang tebal, badan relatif pendek dan lebih besar pada area perut.

Warna berasal dari domba condong mirip yaitu brwarna putih, cream dan hitam.

1.Domba Garut/Priangan

Jenis domba yang satu ini merupakan domba unggulan yang tenar di Indonesia. Sesuai bersama namanya domba ini banyak ditemukan di area Garut, Jawa Barat. Domba garut ini termasuk jadi andalan penduduk di Indonesia karena punyai perawakan yang besar, tanduk yang tajam dan melengkung ke belakang berupa spiral dan kuat. Untuk domba garut betina condong tidak punyai tanduk, dan domba ini punyai telinga kecil yang terdapat dibelakang tanduk.

Semua orang sanggup mencoba untuk beternak domba garut iniBiasanya jenis domba garut ini banyak dimanfaat kan untuk diadukan sebagai pesta kebudayaan namun tidak menutup bisa saja sanggup dimanfaatkan dagingnya. Harga berasal dari domba garut ini termasuk lumayan tinggi dibanding bersama kambing lainnya, sanggup menggapai puluhan juta bahkan ratusan.

Domba jantan punyai berat lebih kurang 40 – 80 kg, sedangkan untuk betina hanya 30 – 40 kg, lumayan tinggi bukan ?. Keunggulan lain berasal dari domba garut ini ialah kulitnya yang merupakan salah satu kulit bersama kulitas paling baik di dunia.

2. Domba Texel Wonosobo

Domba ini biasa disebut sebagai Dombos atau Domba Wonosobo. Domba Texel Wonosobo / Dombos ini punyai ciri khas yang enteng dibedakan yaitu punyai bulu yang lebat, keriting dan termasuk halus, berupa spiral berwarna putih yang menyelimuti anggota tubuhnya kecuali area perut anggota bawah.

Dombos diunggulkan oleh produksi dagingnya yang sanggup menggapai bobot 100 kg untuk jantan, sedangkan betina lebih kurang 80 kgPostur tubuh Domba Texel Wonosobo ini condong tinggi, besar dan panjang bersama betuk ekor yang relatif kecil. Domba ini termasuk diunggulkan oleh produksi dagingnya yang sanggup menggapai bobot 100 kg untuk jantan, sedangkan betina lebih kurang 80 kg. Produktifitas domba ini termasuk dinilai lumayan pesat, yaitu akan jadi beranak pertama kali pada usia 15 bulan dan sesudah itu tiap tiap delapan bulan.

3. Domba Ekor Tipis / Domba Gembel

Domba ini dikenal sebagai domba lokal asli Indonesia dan sering disebut oleh penduduk sebagai Domba Gembel. Perkembangan domba ini termasuk dirasa lumayan pesat, yang awalnya hanya berkembang di area Jawa Tengah dan Jawa Barat kini udah berkembang di seluruh Indonesia.

Hewan yang satu ini cederung punyai perawakan yang relatif kecil, bersama bobot domba jantan berkisar 30 – 40 kg per ekor, sedangkan betina hanya menggapai 15 – 20 kg. Domba jantan punyai tanduk yang melingkar, sedangkan betina tidak punyai tanduk. Pada ekor termasuk menunjukan adanya lemak, memilliki telinga yang berikuran medium bersama posisi mengantung.

Domba ekor tipis banyak di memakai untuk disita dagingnya, karena sebetulnya daging yang dihasilkan lumayan banyak.Banyak masyakat memakai domba gembel ini untuk disita dagingnya, karena sebetulnya daging yang dihasilkan lumayan banyak. Untuk jaman produktifitas termasuk dinilai lumayan cepat dan tinggi, didalam sekali melahirakan domba ini sanggup menghasilkan anak kembar 2 – 5 ekor. Selain itu domba gembel termasuk enteng berdaptasi di area tropis.

4. Domba Ekor Gemuk (Domba Gibas)

Sama halnya bersama domba ekor tipis, domba ekor gemuk ini termasuk dikenal bersama ekornya yang memilki ukuran relatif besar dan gemuk. Domba ekor gemuk ini banyak ditemukan di area Jawa Timur, Madura, Sulawesi, NTB dan Lombok. Domba ini beradaptsi dan tumbuh bersama baik di area beriklim kering.

Perbedaan Kambing Gibas/ Gembel ekor tipis dan tebalPerbedaan antara domba ekor tipis dan tebal yaitu hanya pada ekor, bulu dan tanduk. Ekor domba ekor tebal condong lebih tebal dan gemuk, sedangkan ekor tipis punyai wujud yang kecil. Untuk bulunya termasuk berbeda, domba ekor tebal punyai bulu lurus condong berwarna putih,dan sebaliknya domba ekor tipis punyai bulu kriting dan tebal serta punyai tanduk. Untuk domba ekor tebal condong tidak punyai tanduk.

5. Domba Batur Banjarnegara (Domas)

Jenis domba batur atau disebut sebagai Domas ini merupakan domba hasil persilangan antara domba lokasl ekor tipis atau gembel bersama domba suffolk dan domba texel. Dari persilangan selanjutnya melahirkan keturunan yang kemudian oleh penduduk Banjarnegara diberinama Domba Batur atau Dombos

Domba Batur banyak dibudidayakan untuk disita dagingnyaDombos memilki ukuran tubuh yang relatif besar dan panjang bersama wujud kaki pendek dan kaku. Ciri – ciri domba jantan tidak punyai tanduk serta kulitnya yang relatif lebih tipis berasal dari jenis domba garut dan gembel. Untuk warnaya biasnya domba ini condong berwarna putih di seluruh tubuhnya.

Pada jenis domba batur ini termasuk punyai bobot yang lumayan fantastik, yaitu domba jantan sanggup menggapai berat 90 – 140 kg per ekor, sedangkan untuk domba betina sanggup menggapai 60 – 80 kg. Untuk tinggi domba jantan menggapai 75 cm sedangkan domba betina 60 cm.

Beternak kambing sebetulnya merupakan perihal yang mengasyikan untuk diterapkan. Selain pemeliharaanya yang enteng peternak termasuk medapatkan keuntungan yang tinggi.

Bagi Anda yang tertarik untuk beternak kambing etawa dan mendambakan mengembangkan usaha kambing ini. Kami berasal dari hobiternak.com sedia kan kambing etawa usia anakan hingga dewasa.

Budidaya Kambing Etawa Untuk Pemula Agar Cepat Sukses !

Halo, kali ini aku akan menulis artikel yang mengulas mengenai cara budidaya kambing peranakan etawa yang enteng dilaksanakan bagi pemula.Pernahkah kalian budidaya kambing peranakan etawa ? Jika belum, maka di artikel ini kami akan mengulas tenatang cara budidaya kambing peranakan etawa.

Mungkin, bagi kalian yang notabenenya sebagai peternak kambing etawa profesional pastinya udah sadar tata cara beternak / budidaya kambing etawa bersama baik dan benar. Kambing peranakaan etawa salah satunya, Kambing peranakan etawa merupakan salah satu kambing ras unggulan sebagai kambing pedaging maupun perah.

Memulai usaha pada bidang peternakan merupakan salah satu cara yang tepat didalam meraup keuntungan yang banyak. Hal ini karena permohonan pasar dan industri kuliner makin lama hari makin lama meningkat. Namun, saat ini penduduk budidaya kambing hanya untuk kerja sampingan dan tidak benar benar betul-betul membudidayakannya.

Oleh karena itu, kini banyak para budidaya kambing jawa yang beralih untuk beternak kambing etawa. Selain punyai banyak kelebihan kambing etawa termasuk mempunyai harga menjual yang tinggi. Sumber bibit utama kambing peranakan etawa yaitu di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan Kulonprogo, Yogyakarta.

Berhubung kebutuhan daging dan susu berasal dari th. ke th. konsisten meningkat dan tidak sesuai bersama jumlah budidaya kambing yang ada di Indonesia.Nah, ini merupakan peluang bagi kamu yang mendambakan mencoba peruntungan di bidang peternakan kambing etawa. Eits,tapi sebelum saat itu kami akan mengulas dahulu mengenai kambing peranakan etawa.

Kambing Peranakan Etawa (PE) udah jadi salah satu ikon Kabupaten Kulonprogo, Daerah Iistimewa Yogyakarta (DIY). peranakan etawa ini banyak dikembangkan peternak yang ada di perbukitan Menoreh. Satu ekornya untuk mutu unggul sanggup menggapai ratusan juta.

Peranakan etawa enteng diternak karena lebih kemampuannya yang enteng beradaptasi bersama baik. Kelebihan yang di dapatkan berasal dari peranakan etawa adalah lincah serta sanggup bertahan hidup bersama baik di Indonesia supaya disebut termasuk sebagai kambing lokal.

Kambing jenis peranakan Etawa merupakan hasil persilangan kambing Kacang lokal bersama kambing Etawa. Peranakan etawa punyai ciri cirinya yaitu bulu badannya belang karena hasil percampuran warna bulu kambing Etawa dan Kacang.

Sedangkan badannya besar seperti kambing Etawa bersama bobot yang menggapai 91 kg untuk kambing jantan, untuk betina sanggup mencaoai 63 kg. Bentuk dahi, hidung dan tanduk mirip persis bersama kambing Etawa

Pada dasarnya didalam tata cara budidaya kambing etawa kaligesing mirip saja bersama kambing etawa yang lain. Berikut langkahnya.

1. Pemilihan Bibit

Dalam perihal ini, kamu sebaiknya didalam pembelian bibit ada baiknya membeli ke group atau para budidaya kambing yang udah terpercaya, dan punyai indukan atau anakan kambing yang memiliki kualitas super.

Kambing etawa yang bagus untuk di jadikan induk pejantan adalah yang mempunyai postur punggung yang lurus, besar, kaki kokoh,bersih berasal dari penyakit maupun cacat fisik, serta udah berumur lebih berasal dari 1,5 tahun.

Sedangkan kambing indukan betina yang bagus punyai ciri berkaki lurus, wujud tubuh proporsioal, bersikap jinak, mempunyai jumlah puting ada dua dan jika diraba jadi kenyal, serta kambing bebas berasal dari penyakit.

2. Perkandangan

Dalam budidaya kambing usahakan wilayah kandang kamu jauh berasal dari pemukiman warga.jangan hingga kamu mambangun kandang di area padat penduduk. Karena akan mengakibatkan polusi udara yang lumayan menyengat. Peternakan kambing etawa termasuk membutuhkan sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup.

Kandang sebaiknya dibikin berasal dari bahan yang kuat serta murah, yaitu bersama ventilasi cukup, wadah makanan enteng di jangkau, punyai area penampungan kotoran dan mendapat sinar matahari. Berikut syaratnya :

* Jarak kandang minimal 10 m berasal dari rumah.
* Bangun kandang jenis kandang panggung supaya tidak kena kotoran _+ 0,5m.
* Tempat wadah pakan setinggi bahu kambing.
* Pisahkan antara kambing jantan dan betina, kecuali jika senang di kawinkan.
* Mendapatkan lumayan sinar matahari dan terlindung angin malam.

3. Pemberian Pakan

Pakan budidaya kambing terbagi jadi dua yaitu pakan hijauan (berupa dedauan / rerumputan) dan pakan tambahan (berupa konsentrat), serta ada tambahan lainnya yaitu silase yang merupakan pakan fermentasi berasal dari rumput.

Beri pakan tambahan bernutrisi bersama mencampurkan konsentrat dan bekatul bersama perbandingan 3:1, mudahnya bekatul 50%, bungkil kelapa 25%, dan bugkil kacang kacangan 25%. Pakan di berkan sebanyak 2 kali yaitu pada pagi hari dan sore.

Untuk hijauan adalah makanan pokok contohnya daun nangka, mahoni, rumpur odot, dan lainnya. Hijauan yang di memberikan punyai berat10% berasal dari bobot kambing. Jangan lupa untuk memberi minum sebanyak 1,5–2,5 liter tiap budidaya kambing per hari, bersama campuran garam beryodium.

4. Perawatan Kambing Peranakan Etawa

Agar meraih hasil kambing peranakan etawa yang baik dan memiliki kualitas bersama nilai menjual tinggi. Anda termasuk perlu memperhatikan kambing-kambing anda, yaitu bersama cara menjaga dan menjaga kesehatan budidaya kambing.

A. Pemberian Pakan

Jumlah pertolongan pakan bergantung pada jenis pakan yang diberikan. Untuk pertolongan pakan hijauan di memberikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore, pakan konsentrat dan silase di memberikan sebagai selingan, komboran di memberikan tiap sore hari. Hal ini perlu karena supaya kebutuhan pakan terpenuhi.

B. Perawatan Ternak Kambing

Untuk menanggung keberhasilan didalam usaha ternak, kami termasuk perlu jalankan perawatan pada kambing. Perawatan budidaya kambing sanggup berupa memberi makan dan minum, pencukuran bulu, pemotongan kuku, bersihkan kandang, dan perawatan lainnya.

C. Memandikan Ternak Kambing

Kambing dimandikan sebanyak dua kali didalam sebulan. budidaya kambing yang tidak pernah dimandikan akan lebih enteng diserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Tujuan berasal dari perawatan kambing adalah supaya sanggup menghambat penyakit yang mendambakan bersarang pada kuku atau bulunya. Selain itu, budidaya kambing yang bersih akan terlihat lebih sehat dan menarik, supaya punyai harga menjual yang lebih tinggi.

5. Produksi Kambing Etawa

Kambing etawa sanggup melahirkan dua hingga tiga kali didalam saat dua th. dimana sekali jaman kehamilan biasanya melahirkan 1–3 anak kambing. Ketika kambing memasuki musim kawin, kambing etawa betina sanggup dikategorikan lumayan dewasa sesudah berumur 6 bulan, dan siap dikawinkan kala udah berumur 10–12 bulan.

Umumnya lama saat birahi kambing etawa lebih kurang 1–2 hari, bersama siklus birahi yang berselang sepanjang 2–3 minggu.

Ciri-ciri kambing yang sedang memasuki musim kawin sanggup dilihat berasal dari tingkah lakunya, yaitu terlihat gelisah, nafsu makan dan minum turu, selalu mengibaskan ekornya, sering kencing, serta organ kemaluannya akan bengkak dan basah.

Jika tanda — tanda di atas terlihat, maka kamu perlu langsung mengawinkan kambing betina, baik bersama cara langsung maupun bersama suntik kawin atau inseminasi buatan (IB).

6. Panen

Kambing yang siap panen adalah kala kambing yang udah menginjak usia dewasa (poel / gigi ompong), yaitu usia lebih kurang 8–12 bulan. Panen kambing dilaksanakan tiap tiap tahun.

Sedangkan jika kamu mendambakan menjual bersama bobot maksimal atau untuk diikutkan kontes, maka usia 1,5 th. adalah yang paling ideal. Untuk harga kambing etawa dewasa adalah Rp.4–6 juta tiap ekor.

Usahakan jaman panen kambing per th. berpapasan bersama Hari Raya Idul Adha supaya harga menjual kambing jadi lebih tinggi dan keuntungan yang didapatkan lebih banyak.

Demikian mengenai “Panduan Lengkap Cara budidaya kambing Kambing“. Semoga bermanfaat.