Amalan Yang Berpahala Besar

Amalan Yang Berpahala Besar – Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam memerintahkan umatnya supaya membangkitkan bulan Ramadhan bersama amal saleh. Nabi berpesan bahwa celaka orang yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu didalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.

Ada banyak Amalan Yang Berpahala Besar yang dapat dilakoni umat muslim tiap hari nya. Namun, tanpa di menyadari bahwa amalan-amalan kecil yang sebetulnya ringan sekali untuk dilakukan, namun kita tidak menganggapnya penting.

Untuk mencapai keutamaan Ramadhan , ada baiknya kita mengerjakan amalan saleh meskipun sedikit dan ringan namun terus menerus (istiqamah).

Di didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dua kata-kata yang ringan diamalkan oleh lisan tapi berat didalam timbangan. Dua kata-kata tersebut yakni, ‘Subhanallah wa bi hamdih’, dan ‘Subhanallahil ‘azhim termasuk benar-benar dicintai oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua kalimat, yang ringan di lisan namun berat didalam timbangan dan dicintai oleh ar-Rahman, ‘ Subhanallah wa bi hamdih (Mahasuci Allah dan Segala puji hanya bagiNya)’, dan ‘Subhanallahil ‘azhim (Mahasuci Allah yang Mahaagung).”

Dikutip dari Kitab Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, derajat hadits ini Hadits Mutttafaq ‘alaihi. Selain dua kata-kata tersebut, ada sejumlah Amalan Yang Berpahala Besar.

Amalan Yang Berpahala Besar

Berikut sebagian Amalan Yang Berpahala Besar:

1. Mendengarkan Adzan
Amalan ringan berpahala besar yang pertama ialah mendengarkan adzan. Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu ia berdoa, ‘Ya Allah Tuhan panggilan yang prima (panggilah Tauhid) dan sholat yang didirikan, berilah kepada Muhammad kemuliaan dan keutamaan dan berilah untuknya tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau janjikan kepadanya. ‘Akan beroleh syafaatku kelak pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari).

2. Mengamini Imam Waktu Sholat
Mengamini imam saat sholat menjadi Amalan Yang Berpahala Besar yang dapat kita lakukan. Sebagaimana Abu Hurairah r.a. berbicara bahwa Rasulullah saw bersabda, “Apabila imam beramin maka beraminlah pula gara-gara barangsiapa yang aminnya cocok bersama aminnya para malaikat maka udah dihapuskan dosanya yang udah lalu. Ibnu Syihab berkata, ‘Rasulullah saw mengucapkan Aamiin.”

Dalam hal menirukan aamiin-nya imam ini Rasulullah saw bersabda,

“Apabila imam membaca, Ghairilmagdhuubi’alayhim waladdhallin’ (Bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani)). Maka ucapkanlah, ‘Aamiin’ gara-gara jika ucapan aamiinnya cocok bersama ucapan aamiin para malaikat maka udah diampuni dosa-dosanya yang udah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Mengucapkan “Rabbana Lakal Hamdu’ didalam Sholat
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Apabila imam membaca ‘Sami’allahuliman hamidah’ (Allah mendengar orang yang memujinya) maka ucapkanlah, ‘Rabbana lakal hamdu’ (Ya Allah, ya Tuhan kami, hanya untukmu segala pujian) gara-gara barangsiapa yang ucapannya cocok bersama ucapan para malaikat maka udah dihapuskan dosanya yang udah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Membaca Basmallah Sebelum Beraktivitas
Dalam buku “200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat” oleh Abdillah F.Hasan menyatakan basmallah ‘Bismillahirrahmaanirrahiim’ yang berarti menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dalam menggerakkan aktivitas sehari-hari mengucapkan bismillah merupakan sesuatu yang dianjurkan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Setiap amalan yang terkandung keperluan di dalamnya terkecuali tidak dimulai bersama (menyebut) nama Allah maka terputus (keberkahannya).” (HR. Abu Daud dan Nasa’i).

5. Tidur didalam Keadaan Suci
Tidur didalam keadaan suci menjadi amalan ringan berpahala besar yang ringan dilakukan. Dalam Islam tidur merupakan kenikmatan besar yang diberikan Allah ke ciptaan-Nya supaya disunnahkan untuk mensucikan diri sebelum tidur.

Allah Swt berfirman:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Artinya: “Dan di pada tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di saat malam dan siang hari dan usahamu melacak sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikianlah itu benar-benar terkandung tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum: 23).

Dalam ayat lain dikatakan, tidur bukan sekadar tradisi biasa namun menjadi wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

وَمِن رَّحْمَتِهِۦ جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Dan gara-gara rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya anda beristirahat pada malam itu dan supaya anda melacak sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan supaya anda bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash: 73).

6. Sujud Syukur
Sujud syukur dijalankan secara spontan saat mendapat kabar gembira atau menyenangkan. Saat mendenfar kabar yang menyenangkan, Rasulullah Saw menyungkur bersujud untuk bersyukur kepada Allah.

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf ra., ia berbicara “Rasulullah Saw dulu keluar (bepergian) lalu beliau menuju shadafah (semacam kemah). Beliau masuk dan menghadap kiblat, kemudian bersujud bersama sujud lama, supaya aku mengira Allah udah mencabut nyawa beliau. Aku mendekati beliau, lalu duduk. Beliau mengangkat kepalanya dan bertanya, ‘Siapa ini?’ Aku menjawab ‘Abdurrahman’. Beliau menanyakan lagi, ‘Mengapa engkau?’ Aku menjawab, ‘Ya Rasulullah engkau bersujud bersama suatu sujud yang aku khawatir Allah udah mencabut nyawa engkau.’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya Jibril udah berkunjung kepadaku dan memberi kabar gembira kepadaku. Katanya sesunguhnya Allah berfirman, ‘Barangsiapa bershalawat kepadamu, Aku akan memberi tambahan shalawat kepadanya. Dan barangsiapa yang mengucapkan salam kepadamu, Aku pun memberi tambahan salam kepadanya.’ Maka aku bersujud bersykur kepada Allah.” (HR. Ahmad).

7. Istiqamah didalam Beribadah
Amalan ringan berpahala besar yang terakhir ialah istiqamah. Istiqamah adalah menggerakkan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya secara berkesinambungan.

Rasulullah Saw bersabda, “Laksanakan amalan semampu kalian. Sesungguhnya Allah tidak jenuh hingga kalian (sendiri) yang bosan. Sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang kontinu (berkesinambungan) meskipun sedikit.” (HR. Abu Daud).

Dalam riwayat lain dikatakan tentang Amalan Yang Berpahala Besar yakni, “Beramallah bersama benar dan bersungguh-sungguh. Ketahuilah bahwa sebetulnya seorang dari kalian tidak akan masuk surga gara-gara amalannya. Mereka bertanya, “Apakah engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak termasuk aku, terkecuali Allah memberiku rahmat-Nya. Ketahuilah bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun itu sedikit,” (HR. Muslim).