Alasan Orang Suka Selfie

Alasan Orang Suka Selfie – Selfie atau swafoto, adalah perihal umum yang dijalankan oleh para pengguna smartphone. Bahkan, tradisi berikut kini sudah menjadi jenis hidup bagi lebih dari satu besar penduduk modern. Di mana pun dan kapan pun kami tentu lihat seseorang atau lebih dari satu orang selfie. Entah itu di tengah keramaian, di transport umum, atau tengah sendiri tunggu kendaraan, tentu tersedia yang tengah bergaya di hadapan kamera handphone dan klik! Selfie, deh.

Sejak itu, kata selfie digunakan terhadap Instagram lebih dari 57 juta kali dan banyak dikenal penduduk luas. Bahkan, kata berikut sempat menjadi kata terpopuler di Inggris dan AS terhadap th. 2013 versi Kamus Bahasa Inggris Oxford. Sebuah penelitian menunjukkan, perempuan Indonesia enggan mengakui dirinya cantik. Meski banyak perempuan yang jadi puas bersama dengan tampilan fisik dan wajahnya. Tapi, kecuali diperhatikan lebih jauh lagi, kini Alasan Orang Suka Selfie banyak sekali perempuan yang mengunggah foto dirinya ke fasilitas sosial bersama dengan berbagai pose. Bukankah ini bagian dari memperlihatkan terhadap orang lain bahwa dirinya mempunyai segi cantik tersendiri?

Self-portrait photograph atau dikenal bersama dengan selfie merupakan ‘kebiasaan’ baru orang-orang di penjuru di dunia. Selfie menjadi kebudayaan baru bagi orang-orang untuk mengabadikan momen-momen bersama dengan orang-orang terkasih. Kamu termasuk tentu gak ketinggalan untuk selfie kan bersama dengan pacar, kawan baik ataupun bagian keluarga?

Alasan Orang Suka Selfie

Selfie sebagai bentuk ‘kemandirian’.

Alasan Orang Suka Selfie – Seperti dikutip dari Mashable, travel selfie sudah menjadi ‘kegiatan wajib’ bagi setiap orang. Memang terhadap kelanjutannya bukan hanya untuk mengingatkan momen selama berpetualangan dan memang tindakan yang spontan dapat orang lakukan. Namun, terhadap kelanjutannya termasuk dapat diunggah ke sosial media. Selfie sendiri diakui sebagai bentuk kemandirian.

Kehadiran selfie stick atau tongsis di dalam keseharian kami menjadi modal untuk bagi orang-orang yang puas selfie. Tongsis menjadi modal kemandirian bagi kita. Kita tidak perlu berharap pemberian orang lain untuk mengambil alih foto kita. Betul bukan? Kita termasuk tidak perlu sulit-sulit pakai tangan kami yang, siapa tahu, tidak cukup panjang.

Selfie untuk mengatur hasil foto sesuai keinginan kita.

Selain mandiri, kami menjadi mampu mengatur tehnik dan hasil sesuai bersama dengan apa yang kami inginkan. Kita termasuk mampu mampu mengambil alih berapa banyak foto sesuka kita. Selain itu termasuk sebagai cara untuk mengambil alih foto yang ‘lebih baik’ dan sesuai ‘selera’ kami sendiri. Apakah kami senang ikuti jenis ‘kekinian’ yang memperlihatkan keindahan alam dan kami yang tersenyum di segi kecilnya.

Selfie termasuk beri tambahan kami opsi untuk variabel foto itu sendiri. Kita mampu mengambil alih 10 foto sekaligus di dalam sekali angkat. Semua itu tidak dapat berlangsung kecuali berharap pemberian orang, kami dapat jadi sungkan untuk berharap sangat banyak, bahkan orang tidak dikenal.

Selfie termasuk cara termudah untuk memperlihatkan jati diri.

Teknik dan permintaan orang-orang saat selfie tentu berlainan beda. Namun, terhadap kelanjutannya permintaan selfie itu untuk memperlihatkan jati diri. Bagaimana menemukan selfie yang sempurna-tanpa kesalahan sudut, ekspresi ataupun pencahayaan- demi terpenuhinya permintaan untuk memperlihatkan jati diri bersama dengan keluarga, kawan baik atau pacar.

Melihat orang selfie di wilayah wisata memang menjadi perihal biasa. Namun, tetap saja tersedia lebih dari satu orang yang tidak cukup suka. Teknik selfie ini adalah memperlihatkan apa yang paling baik untuk kami sendiri, atau dikatakan secara estetika nampak sempurna.

Selfie itu menggembirakan dan ajang untuk ekspresikan diri seumpama kalimat sudah habis.

Carpe Diem

Apakah yang dimaksud bersama dengan carpe diem? Frasa ini berasal dari bhs latin yang artinya “petiklah hari” atau “rebutlah hari ini”. Maksudnya sehingga kami mampu memaksimalkan yang kami jalankan di hari ini.

Nah, di manakah letak hubungan antara carpe diem dan selfie?

Artinya, kami diminta untuk mengenang hari ini di era depan. Dengan berselfie, kami memiliki gambar-gambar untuk dinikmati, untuk bernostalgia ulang ke era tersebut. Pasti kami dapat mereasa menyesal kecuali membebaskan suatu acara atau momen perlu tanpa berfoto lebih-lebih dahulu. Sebab anda nggak memiliki kenangan di dalam bentuk fisik.

Membantu Mencari Angle yang Tepat

Selfie sesering barangkali mampu membantumu menemukan angle yang tepat untuk difoto nanti. Kamu dapat coba berbagai gaya, dari segala sudut, dan berbagai ekspresi untuk ditunjukkan. Dengan lihat begitu banyak hasil foto yang berbeda-beda, anda jadi menyadari posisi baik dan jelek untuk mengambil alih gambar. Kamu termasuk mampu menyadari pose dan mimik muka layaknya apa yang mampu memperlihatkan kecantikan/ketampanan kalian bersama dengan maksimal.

Selfie termasuk mampu tingkatkan kepercayaan diri. Namun jangan sampai kebablasan karena dapat berdampak negatif untuk diri sendiri. Kamu dapat jadi insecure bersama dengan selfie milikmu sendiri.

Ikut Orang Lain

Selfie sudah menjadi trend. Dan karena nggak senang ketinggalan zaman, banyak orang yang ikut-ikutan selfie di berbagai macam tempat dan waktu. Banyak yang memiliki alasan ini loh, guys! Contohnya disaat tengah jenuh di halte lantas anda lihat seseorang selfie. Meskipun hati menganggap “ih era aneh selfie di sini”,kamu nggak idamkan ketinggalan dan kelanjutannya coba untuk selfie sedikit.

Trend selfie sudah mampu di terima dan nggak dipandang sebagai perihal yang aneh secara social. Belum ulang disaat pakai social media, hasil fotomu mampu dipajang dan hasilnya menjadi user yang eksis. Ketika anda eksis, lingkaran pergaulan pun meluas juga. Keren!

Ya, benar bukan? Ketika anda kehabisan kalimat untuk snapchat-mu, selfie menjadi satu cara untuk ekspresikan diri. Selfie mampu dijadikan sebagai modal untuk menarasikan diri kami secara visual. Istilahnya dari tulisan menjadi medium, sesudah itu terbentuk ‘bahasa visual’ yang berbentuk evolusi foto. Evolusi foto berikut menjadi berbentuk selfie sebagai narasi dan ekspresi atas kalimat yang tidak terungkap.

Alasan lainnya, selfie itu hanya menyenangkan, biarpun nampak aneh orang-orang mengangkat tangan dan tongsis untuk mengabadikan diri. Namun, sekali lagi, selfie itu menggembirakan bukan?